Masyarakat Mimika Berhati-Hati Banyak Produk Kosmetik Ilegal, Dampaknya “Iwana Tipu-Tipu”

Bagikan Bagikan

(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) – Masyarakat di Timika harus hati-hati!, karena Loka POM Mimika telah menemukan banyak produk kosmetik dan obat tradisional tanpa izin alias ilegal beredar hampir di semua pasar dan emperan tokoh di Mimika.

“Itu temuan kami hasil operasi di tahun 2020 hingga 2021. Yang kami temukan selama ini ada di pasar Sentral, Padar Lama, Kios-kios dan yang di emperan toko. Pokoknya banyak sekali kosmetik dan obat tradisional. Kami sudah berikan surat peringatan kepada para penjual, tapi masyarakat harus lebih jelih dan berhati-hati, karena takutnya masih ada yang berani edarkan meski sudah ditertibkan Loka POM. Kami lakukan penertiban kerjasama dengan Disperindag, Kepolisian dan beberapa instansi terkait,” ungkap Kepala Loka POM Mimika, Lukas Sisi Nugroho saat dihubungi via telepon, Jumat (7/5/2021).

Lukas mengatakan bahwa agar produk kosmetik dan obat tradisional ilegal ini dikenal masyarakat, maka Loka POM Mimika melakukan sosialisasi ke beberapa pusat perbelanjaan dan keramaian di Timika serta dilakukan setiap bulan dengan berpindah-pindah. Ini berarti Loka POM langsung ke lapangan dan sosialisasi kepada masyarakat dengan membuka mini pameran yang dinamakan Iwana tipu-tipu. Dimana Iwana dalam bahasa Kamoro artinya cantik. Iwana tipu-tipu berarti cantik tipuan yang menggunakan kosmetik yang palsu.

Dijelaskan, Loka POM belum memastikan adanya kandungan zat berbahaya dari dua produk ilegal dimaksud, karena saat ini yang menjadi fokus adalah persoalan izin edar dengan melihat izin Badan POM pusat ataupun tidak. Dengan demikian, jika ditemukan tidak ada izin edar, maka langsung diamankan.

Selanjutnya, nanti akan ada uji laboratorium standar nasional dari semua produk guna memastikan kandungan zat berbahaya jenis apa saja seperti merkuri, pewarna dan yang lainnya.

Loka POM juga akan terus berkoordinasi bersama Dinkes, Disperindag, Perizinan Satu Pintu Terpadu, Kepolisian, Kejari, pengelola pasar termasuk media massa.

“Kami tunjukan kepada masyarakat bahwa ini produk ilegal yang tidak boleh dibeli. Saya tidak hafal rekapan produk sitaan pertahun, tetapi yang jelas sangat banyak dan memprihatinkan,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar