Masyarakat Nduga di Mimika Terjemahkan Alkitab ke Bahasa Daerah Dalam Bentuk Rekaman Suara

Bagikan Bagikan

Ketua Klasis GKII Mimika Pendeta Moses Lokbere,STh (kanan) (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Masyarakat Nduga di Mimika menerjemahkan Alkitab ke bahasa Nduga dalam bentuk rekaman suara agar umat Kristiani dari Suku Nduga yang tidak dapat melihat, anak-anak yang belum bisa membaca, dan orang lanjut usia (Lansia) yang sudah tidak bisa membaca, bisa mendengarkan Firman Tuhan.

Hal ini diungkapkan Ketua Klasis Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Mimika, Pendeta Moses Lokbere,STh kepada Salam Papua di halaman GKII Jemaat Tiberias SP2, Klasis Kwamki Lama Timika, Papua, Jumat (14/5/2021).

Dia mengatakan, peserta yang ikut dalam perekaman suara ini memang hanya masyarakat Nduga di Mimika akan tetapi diperuntukkan bagi semua masyarakat Nduga di Tanah Papua.

Dia mengaku, pekerjaan rekaman itu diprakarsai oleh sebuah institusi di Amerika yakni Faith Comes by Hearing (FCbH).

Saat ini perekaman suara Alkitab dalam bahasa Nduga dilakukan di Studio milik jemaat GKII khusus Suku Nduga di Jalan Yos Sudarso, Nawaripi, Timika, Papua.

“Perekaman Alkitab dalam bahasa-bahas daerah ini tidak hanya dilakukan untuk Suku Ndga tapi juga untuk semua suku di seluruh dunia. Kami Suku Nduga merasa ini sangat penting untuk melestarikan bahasa Nduga,” tuturnya.

Saulus Pokniangge,S.Kep,Ns saat sedang merekam suara Alkitab dalam Bahasa Nduga

Kegiatan perekaman yang sudah dimulai sejak Selasa (11/5/2021) ditargetkan selesai selama dua bulan. Perekaman hanya dilakukan pada Kitab Perjanjian Baru mulai dari Injil Matius sampai Wahyu. 

“Nanti rekaman suara akan dikirim ke Amerika dan dibuatkan aplikasi rekaman suara Alkitab Bahasa Nduga. Siapapun bisa mengakses aplikasi itu dan mendengarkannya. Target kami pekerjaan ini selesai Bulan Juli,” ujar dia.

Ia menambahkan, peserta kegiatan ini hanya melibatkan 10 orang, dengan rincian empat peserta yang suaranya direkam saat membaca Alkitab dalam Bahasa Nduga, empat orang sebagai pengawas yang mengawasi isi Alkitab saat dibaca oleh peserta yang direkam suaranya agar tidak ada kesalahan, satu orang yang mengurus transportasi untuk kelancaran kegiatan dan satu orang mengurus perlengkapan.

“Jadi dalam melaksanakan pekerjaan ini 10 peserta berlandaskan pada Firman Tuhan yang diambil dari Roma 10 ayat 17, ‘jadi iman timbul dari pendengran dan pendengaran  oleh Firman Kristus,” pungkasnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar