Pasien Covid-19 di Mimika 173 Orang Diisolasi dan 3 Meninggal Dunia, Prokes Harus Diperketat

Bagikan Bagikan

Kadinkes Mimika, Reynold Ubra (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengaku terhitung hingga tanggal 23 Mei 2021, jumlah pasien covid-19 di Timika tercatat sebanyak 173 orang yang diisolasi dan tiga orang telah meninggal dunia.

Ditemui saat menghadiri prosesi pemakaman Wakil Gubernur Papua, Almarhum Klemen Tinal, Reynold Ubra mengatakan bahwa hingga tanggal 23 Mei jumlah kumulatif covid-19 di Timika sebanyak 6.229 kasus. Hal ini akibat terjadi peningkatan temuan kasus selama minggu berjalan setelah sebelum lebaran lalu kasus covid-19 berada di angka 150 orang sebagai pasien aktif.

“Terhitung hingga tanggal 23 Mei, jumlah pasien yang sedang diisolasi sebanyak 173 orang. Yang meninggal dunia dua minggu lalu hanya 50 orang, tetapi saat ini ada penambahan tiga orang. Ini artinya bahwa meski kita sudah divaksin, tapi protokol kesehatan (Prokes, Red) harus tetap diterapkan dan dipatuhi,” ungkapnya di kompleks pemakaman keluarga Tinal di SP3, Senin (24/5/2021).

Dia menjelaskan bahwa setelah Natal dan Tahun Baru lalu, ada sebanyak 504 orang yang diisolasi. Setelah Natal dan Tahun Baru, dibutuhkan jangka waktu empat bulan untuk menurunkan angka tersebut.

Di satu sisi, kecenderungan masyarakat belakangan ini tidak menerapkan Prokes, justru membuat angka kasus semakin lama semakin tinggi.

“Sebentar lagi ada PON dan di bulan Juli nanti ada test event. Sebagai tuan rumah PON dan Pesparawi, saya sangat berharap agar masyarakat tetap patuhi Prokes,” katanya.

Dijelaskan bahwa yang perlu diingatkan, meski orang telah vaksin, tetapi  bukan berarti orang tersebut tidak akan terkena covid-19. Dalam hal ini, orang yang telah divaksin tetap terkena covid-19. Ini berarti manfaat vaksin yang paling utama adalah bagaimana bisa melindungi diri agar ketika terpapar, maka tidak mengalami gejala yang berat ataupun kritis.

Masyarakat perlu ingat, di sekitar kita ada Lansia, ada orang dengan penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi. Sehingga diharapkan agar menghindari kerumuman, selalu memakai masker dan sesering mungkin mencuci tangan.

Sedangkan untuk pelaksanaan vaksinasi covid-19, hingga saat ini masih dilakukan. Minggu lalu bertempat di Rumkitban Koramil kota dilakukan vaksinasi sinovac kepada purnawirawan TNI sesuai surat perintah sebanyak kurang lebih 100 orang.

Pelayanan di setiap Puskesmas juga tetap dilakukan. Namun,mengingat selama dua Minggu terakhir ada hari raya keagamaan, sehingga  beberapa waktu ke depan akan dilaksanakan vaksinasi kepada guru-guru agar pelaksanaan pembelajaran terbatas tatap muka bisa terlaksana. Selain untuk pembelajaran terbatas di sekolah, juga mengingat akan adanya penyelenggaraan PON, dalam hal ini bagi setiap orang yang terlibat dalam kepanitiaan termasuk petugas di setiap venue PON harus divaksin.

Hingga tanggal 23 Mei, untuk tenaga kesehatan yang telah divaksin 1.723 yang telah divaksin dosis pertama mencapai 3.143 orang atau telah mencapai 84 persen.

Untuk pejabat publik, yang telah divaksin dosis lengkap mencapai 7.059 orang termasuk pekerja pers.

Untuk penduduk Lansia, yang telah menerima vaksin dosis pertama sebanyak 13.246 orang dari target 39.632 orang. Kemudian yang telah menerima vaksin kedua berjumlah 9.773 orang atau 74 persen dari 13.246 orang yang telah menerima vaksin dosis pertama.

Vaksinasi di Timika terlihat sedikit terlambat, akan tetapi keterlambatan itu bukan karena kurangnya kemampuan tenaga kesehatan dalam melaksanakannya, tetapi karena dipengaruhi oleh stok vaksin yang diterima.

“Kadang sudah dijadwalkan tapi ditunda lagi karena vaksinnya tidak tersedia. Ini tentunya sangat berpengaruh terhadap kecepatan maksimal untuk pencanangan vaksinasi nasional,” ujarnya.

Namun, yang lebih penting sambil menunggu vaksinasi bagi masyarakat, yang paling utama adalah pelaksanaan Prokes harus diperketat. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar