PB PON Papua Nilai Cabang Atletik Harus Test Event Terlebih Dahulu

Bagikan Bagikan
PB PON Papua dan Sub PB PON Mimika saat memantau venue futsal di Timika (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Menjelang penyelenggaraan PON XX pada Bulan Oktober 2021 nanti, Panitia Besar (PB) PON Papua menilai cabang olahraga atletik paling siap dan paling banyak tantangan sehingga harus lebih dulu melakukan test event daripada cabang olahraga lainnya. 

“Cabang atletik paling siap dan paling banyak tantangan sehingga kita harus lakukan test event dari cabang atletik duluan karena setelah test event di Bulan Juli, kita punya waktu di Bulan Agustus melakukan opname terhadap kekurangan-kekurangan yang kita temukan dalam test event,” ungkap Ketua Bidang 1 PB PON Provinsi Papua, Yusuf Yambe Yabdi saat ditemui Salam Papua di Venue Futsal, Jalan Poros SP2-SP5 Timika, usai memantau kegiatan venue futsal bersama rombongan PB PON Papua dan Sub PB PON Mimika, Jumat siang (7/5/2021).

Ia mengatakan, setelah test event futsal akan diikuti dengan test event basket, five on five maupun three on three. Selanjutnya futsal atau cabang olahraga lain yang nanti direkomendasikan untuk bidang pertandingan Sub PB PON Mimika terus mengukuti test event sesuai dengan jadwal yang disepakati pada rapat Bulan Juli nanti.

“Di awal Juli itu adalah kesepakatan jadwal-jadwal test event yang dilakukan di Kabupaten Mimika,” ujarnya.

Sementara terkait persoalan teknis dan umum yang mendukung atletik, Yusuf menyampaikan terima kasih kepada Pengurus Besar Atletik Seluruh Indonesia yang pada umumnya sudah berkoordinasi dengan PB PON Indonesia untuk melakukan perbaikan terhadap venue atletik.

Sehingga itu sangat memudahkan pihak PB PON maupun di sub PB PON dan Technical Delegate (TD) dalam hal semua yang terinventarisir stadion atletik di Mimika kemudian terinformasi kepada PT. Freeport Indonesia, yang akan merehab satu bulan ke depan stadion atletik.

“Sehingga hal-hal yang dikhawatirkan dari sisi infrastruktur lapangan sendiri dan kebutuhan-kebutuhan latihan, kebutuhan-kebutuhan pertandingan atau pemanansan bisa teratasi dengan kerjasama yang baik oleh pengurus pusat, Pengurus Persatuan atletik seluruh Indonesia, PT. Freeport Indonesia dan PB PON kemudian Sub PB PON dan TD. Itu yang pertama dari atletik, dengan begitu saya dapat katakan bahwa untuk atletik adalah salah satu cabang yang paling siap untuk dilakukan test event pada Bulan Juli nanti,” ujarnya.

Sementara itu untuk tantangan venue GOR Basket sudah disampaikan kepada TD dan sudah diinformasikan kepada PT. Freeport Indonesia.

“Kami berterimakasih kepada PT. Freeport Indonesia terus ikut mendukung bagaimana persiapan optimal dari stadion atletik dan GOR basket,” ujarnya. 

Dari sisi futsal, lanjut dia, ada banyak tantangan yang harus diselesaikan secara sinergi antara Sub PB PON dan PB PON serta antara Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika. 

Hal ini sangat penting karena PB PON adalah sebuah panitia yang  berurusan dengan pemerintah sehingga diharapkan partisipasi dari Pemeritah Kabupaten dan juga Provinsi seperti penyelesaian tempat parkir, dan pembersihan lahan di sekitar venue-venue.

“Mohon sinergitas pemerintah yang bisa mendukung panitia pelaksana baik itu Sub PB PON maupun PB PON, yang kami lihat secara teknis banyak hal luar biasa yang kita temukan cuma perlu dilakukan rapat koordinasi dengan cabang olahraga handball apakah handball dan futsal bisa menggunakan satu lahan yang sama, itu yang perlu disepakati. Kalau ada kesepakatan seperti itu maka perubahan lapangan seperti yang diusulkan oleh TD futsal bisa mengacu pada kesepakatan,” ujarnya.

Pihaknya juga akan memanggil TD futsal dan TD handball untuk bisa mendapatkan kepastian kesepakatan sehingga usulan handball mengganti lapangan atau karpet lapangan ini juga menjadi usulan dari TD futsal. Dengan begitu tidak perlu menambah anggaran tapi kita melakukan koordinasi untuk kesepakatan jenis lapangannya.

“Itu saja yang kita temukan di lapangan futsal ini, sementara hal-hal lain yang berurusan dengan atlet dari futsal bisa mendapat  tempat yang layak, kemudian transportasi yang baik itu terus dikoordinasikan antara SUB PB PON dan PB PON,” ungkapnya.

Sebagai ketua bidang satu yang membawahi bidang pertandingan yang harus menyiapkan seluruh pertandingan dan seluruh arena pertandingan di seluruh kabupaten dan kota, Yusuf berharap untuk Sub PB PON Mimika setelah rapat teknis di lapangan beberapa hari ini supaya secara mandiri, secara swadaya dan swadana dapat melakukan hal yang sama di beberapa venue yang tersisa.

“Karena bagaimana pun juga kalau tidak ada latihan yang sering dilakukan oleh Sub PB PON, maka masalah-masalah tidak akan terbelanja dengan baik dan masalah itu akan jadi bom waktu di suatu saat ketika kita tidak membelanja masalah itu dan mencari solusi sedini mungkin di dalam mempersiapkan 12 pertandingan di Mimika,” tuturnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar