Pembangunan Jalan di Kokonao Tetap Menggunakan Konstruksi Paving Block

Bagikan Bagikan
Inosensius Yoga Pribadi (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Pembangunan jalan di Kokonao, ibu kota Distrik Mimika Barat Jauh dari arah pelabuhan menuju Lapangan Terbang yang akan dilakukan setelah pelelangan, tetap menggunakan konstruksi paving block.

Meskipun sebelumnya masyarakat sempat menyampaikan aspirasi agar pembangunan jalan tersebut menggunakan konstruksi beton.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Mimika, Inosensius Yoga Pribadi saat ditemui Salam Papua di Hotel Horison Ultima Timika, Senin (31/5/2021).

Ia menjelaskan, pembangunan jalan dengan luas 200 x 3 meter ini yang akan menelan anggaran Rp 1,9 miliar, awalnya diusulkan masyarakat menggunakan konstruksi paving block, namun waktu pertemuan forum OPD Kadistrik Mimika  Barat jauh meminta diganti dengan beton cor.

“Sedangkan kami Dinas PUPR sebagai instansi teknis tidak dapat mengubah apa yang sudah tertuang dalam dokumen anggaran seperti begitu,” ujarnya.

Untuk itu, Yoga mengatakan pihaknya menyarankan kepala distrik membuat justifikasi alasan dari permintaan masyarakat mengubah konstruksi paving block menjadi beton. Supaya jika diubah dalam dokumen penawarannya untuk lelang, dokumen pelelangannya harus mengubah itu dari paving block ke beton cor.

“Tapi sampai sekarang tidak ada surat yang menjustifikasi permintaan mengubah dari paving block ke beton cor, jadi kita tetap jalan dengan pemasangan paving block,” ungkapnya.

Ia mengatakan, pihanya juga sudah meminta kepala distrik untuk menjelaskan untung-ruginya beton cor dan paving block untuk kawasan Kokonao.

“Sesuai penjelasan kepala distrik, pertimbangan masyarakat ketika air pasang datang begitu surut paving block berhamburan sehingga mereka mau yang beton cor,” kata Yoga.

Akan tetapi menurut Yoga jika menggunakan konstruksi beton cor maka begitu terkikis air justru akan patah dan akses jalan tidak bisa digunakan.

“Nanti memperbaikinya juga susah, butuh biaya yang besar karena harus cor dengan hamparan yang besar dan butuh biaya besar juga,” katanya.

Ia mengaku, namun Kepala Distrik Mimika Barat menyampaikan bahwa permintaan pembangunan jalan menggunakam konstruksi cor beton merupakan aspirasi masyarakat yang harus disampaikan.

“Kepala Distrik  bilang itu aspirasi masyarakat yang wajib beliau sampaikan kepada kami. Sebenarnya paving block itu sudah merupakan kajian dari perencanaan awal karena mudah pemeliharaannya. Ketika dia terangkat mudah juga dipasang kembali dan bisa beli di Timika langsung tambal dia lagi. Pasir halus kan ada di sana (Kokonao, Red),” terang Yoga.

Menurutnya jalan dengan konstruksi paving block tersebut tidak bisa dilalui dengan kendaraan volume besar. Potensi kerusakannya tinggi karena tidak ada dasar hanya pasir halus.

“Kalau pick up masih bisa lewat karena masyarakat di sana sangat membutuhkan, tapi mobil lain dengan volume besar tidak bisa lewat,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar