Proses Hukum Karyawan di Tembagapura Terkait Kasus Ujaran Kebencian Akan Libatkan Ahli Bahasa

Bagikan Bagikan
HG dan postingannya (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Proses hukum terhadap HG seorang karyawan di Tembagapura atas postingannya yang sebarkan ujaran kebencian tetap berjalan dan akan melibatkan ahli bahasa.

“Sudah pasti proses hukum tetap berjalan. Sekarang sementara proses berkas dan tinggal dari ahli bahasa saja,” kata Kasat Reskrim Polres Mimika,AKP Hermanto, Senin (17/5/2021).

AKP Hermanto mengaku soal penangkapan HG telah dijelaskan ke perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja di Tembagapura. Saat ditangkap pun HG sendiri merasa bingung dan menilai postingannya sesuatu yang biasa-biasa saja, akan tetapi saat ini ia telah menyadari bahwa yang disampaikan melalui postingannya adalah suatu kesalahan dan melanggar hukum.

“Sekarang baru HG paham bahwa postingannya itu berupa ajakan kebencian untuk TNI dan Polri,” ungkapnya.

Untuk diketahui HG diciduk di barak U risk camp mile 72 sekitar pukul 21.20 WIT tanggal 5 Mei 2021 setelah tanggal 20 April lalu, HG memposting ajakan kepada seluruh orang Papua dari Sorong sampai Merauke agar hati-hati keluar-masuk, karena NKRI khususnya TNI-Polri, BIN BAIS, Kopassus dan lainnya memandang orang Papua semua adalah TPN-OPM dan tujuannya untuk OAP di Papua harus dimusnahkan atau dihabiskan di atas tanahnya sendiri.

Ujaran tersebut berkaitan dengan pasal 45  ayat 2 juncto 28 ayat 2 UU ITE dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar. Barang bukti yang ikut ditahan dari HG berupa satu unit handphone yang didalamnya terdapat akun facebook yang dipergunakan HG memposting ujaran tersebut. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar