Rata-Rata Terima Rp 1 Miliar, Aparat Kampung di Mimika Diminta Kelola Dana Desa Secara Transparan

Bagikan Bagikan

Aparat Kampung di Mimika saat mengikuti pelatihan sistem keuangan desa (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Mimika telah melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas aparatur desa melalui kegiatan sosialisasi pengelolaan keuangan desa dan pelatihan sistem keuangan desa tahun 2021 yang dilaksanakan selama sepekan.

Kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Horison Timika itu diselenggarakan sejak tanggal 25 April hingga 1 Mei 2020 dan dihadiri 532 peserta dari 133 kampung se-Kabupaten Mimika.

Staf Ahli Bupati Mimika, Ade Ramli Tuhuteru dalam sambutannya mengungkapkan, pengelolaan keuangan Desa yang diselenggarakan oleh DPMK ini bertujuan untuk menghindari permasalahan- permasalahan yang bersinggungan dengan hukum sebagai akibat dari ketidaktahuan tentang pengelolaan keuangan desa di setiap kampung.

"Tugas dan kewenangan pemerintah Desa semakin banyak dapat dilihat dari semakin banyaknya anggaran keuangan yang harus dikelola oleh pemerintah Desa baik itu anggaran yang bersumber dari pusat dalam bentuk Dana Desa (DD) maupun alokasi dana desa (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika," terang Ramli.

Ia mengungkapkan, rata-rata setiap kampung mengelola DD sebesar Rp 1 Miliar. Dengan jumlah yang begitu besar tersebut, Ramli berharap aparat kampung yang telah dibekali dengan pengetahuan selama sosialisasi dapat mengelola dana Desa dengan sebaik mungkin untuk pembangunan desa dan kesejahteraan masyarakat kampung serta mempertanggungjawabkan segala pengelolaan dengan benar dan transparan.

Kata Ramli, semoga tidak ada aparat yang salah menyalahgunakan kewenangan dengan menggelapkan DD untuk kepentingan pribadi yang akhirnya berujung di jeruji besi atau penjara.

"Kelolalah dana yang ada dengan sebaik mungkin sehingga membawa kesejahteraan bagi manusia. Kita tidak ingin hanya karena keegoisan oknum tertentu yang tidak mengelola dana dengan baik yang membawa kehancuran bagi masyarakat," terangnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar