Sebar Ujaran Kebencian di Medsos, Seorang Karyawan di Tembagapura Diciduk Polisi

Bagikan Bagikan
HG dan postingannya (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – HG, seorang Karyawan di Tembagapura diciduk aparat Sat Reskrim Polres Mimika lantaran memposting ujaran kebencian di media sosial (Medsos).

HG diciduk di barak U risk camp mile 72 sekitar pukul 21.20 WIT tanggal 5 Mei 2021 setelah tanggal 20 April lalu, HG memposting ajakan kepada seluruh orang Papua dari Sorong sampai Merauke agar hati-hati keluar masuk, karena NKRI khususnya TNI/Polri, BIN BAIS, Kopassus dan lainnya memandang orang Papua semua adalah TPN-OPM dan tujuannya OAP di Papua harus dimusnahkan atau dihabiskan di atas tanahnya sendiri.

“HG sementara dimintai keterangan. Ia mengakui postingan itu. Apa yang disampaikan di postingannya itu sangat menghasut OAP lainnya. Setelah kita amankan, dia sempat bingung, karena menurut dia postingan itu sekedar postingan biar dibaca orang banyak,” kata Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, Kamis (6/5/2021).

Ujaran tersebut tentunya berkaitan dengan pasal 45  ayat 2 juncto 28 ayat 2 UU ITE dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp 1 miliar. Barang bukti yang ikut ditahan dari HG berupa satu unit handphone yang ternyata dalam handphone tersebut terdapat akun facebook yang dipergunakan HG memposting ujaran tersebut.

“Dia ada dua akun Facebook dan  sempat ganti akunnya sebelum kita amankan. Setelah dicek dua akunnya mengarah ke postingan yang memang memprovokasi,” ujar Hermanto. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar