Sering Dituding Sebagai Mata-Mata, Warga Pegunungan Bingung Hidup di Kampung atau di Kota

Bagikan Bagikan

Perkampungan di pegunungan Papua (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Warga Pegunungan khususnya di wilayah konflik seperti di Kabupaten Puncak, Puncak Jaya ataupun yang di dalam wilayah Mimika mengalami trauma dan kebingungan menjalani hidup, baik di kampung maupun di Kota.

Hal ini tentunya dampak atas berbagai konflik yang terjadi antara TNI-Polri dan KKB.

Anggota DPRD Mimika, Den Ben Hagabal kepada Salam Papua mengaku bahwa beberapa hari terakhir ada beberapa warga yang berasal dari wilayah rawan konflik menyampaikan keluhan tersebut. Warga terkait  mengaku bingung menjalani hidup di kampung lantaran sering dicurigai sebagai mata-mata TNI-Polri oleh KKB. Demikian pula ketika masuk ke kota, ruang gerak makin sempit lantaran kerap dicurigai sebagai mata-mata kelompok teroris Papua oleh TNI-Polri.

“Kasihan mereka. Anak-anak ataupun yang sudah tua bingung mau hidup di mana. Mereka takut ke kampung karena selalu dicurigai sebagai mata-matanya TNI-Polri. Begitu juga kalau masuk ke kota, pasti ada yang curigai bahkan merasa selalu diawasi. Padahal warga itu bukan bagian dari yang dicurigai. Itu yang beberapa warga keluhkan ke saya,” ungkap Den saat ditemui wartawan, Kamis (20/5/2021).

Menurut dia, warga terkait pun menginginkan agar KKB ataupun TNI-Polri harus memiliki arena khusus untuk saling serang tanpa harus mengobrak-abrik wilayah perkampungan agar tidak mengganggu ketenangan hidup warga.

Dijelaskan, memang keinginan tersebut dinilai tidak masuk akal, akan tetapi itulah isi hati dan harapan warga. Warga tentunya tidak pernah memilih untuk berpihak kepada KKB ataupun TNI-Polri, tapi yang diinginkan adalah ketenangan supaya bisa menjalani hidup normal.

“Untuk di pegunungan saat ini menurut warga, ada beberapa kampung yang kosong, karena warga takut ke kampungnya sendiri. Mau ke kota juga takut diduga sebagai bagian dari teroris. Dengan kondisi ini menyebabkan sebagian warga kalang kabut dan terpencar hingga ke hutan-hutan,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar