Telur Lokal Melimpah Namun Kurang Terserap di “Pasar’ Timika

Bagikan Bagikan
Yosefina Sampelino (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika, Yosefina Sampelino mengungkapkan bahwa produksi telur lokal di Timika terus mengalami peningkatan.

"Produksi telur lokal kita sangat melimpah, setiap hari peternak ayam petelur lokal bisa memproduksi telur mencapai 11,3 ton," ungkap Yosefina, Selasa (11/5/2021).

Kata Yosefina, walaupun produksi telur lokal terus meningkat, namun sayangnya pasar yang dapat menyerap produksi lokal sangat minim.

"Kita berharap perusahaan yang ada di Timika dapat menyerap hasil ternak lokal dalam rangka meningkatkan ekonomi kerakyatan. Daripada beli telur dari luar alangkah baiknya telur lokal yang diserap, secara kualitas telur kita juga tidak kalah kok," ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa peternak ayam petelur juga terus meningkat. Jumlah peternak ayam petelur lokal di Mimika mencapai 200 lebih, yang terdiri dari 100 kelompok ternak ayam petelur mandiri, binaan YPMAK, YJM dan dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Mimika.

"Kita dari dinas hanya memberikan binaan dan bantuan, namun sejauh ini yang mandiri mereka lebih berkembang," terangnya.

Di samping produksi yang semakin melimpah dan pasar yang minim, Yosefina menambahkan harga pakan juga terus meningkat.

"Pakan memang dominan didatangkan dari luar daerah dan kita belum bisa produksi sendiri karena memang bahan sisa pertanian di Mimika tidak mendukung, tapi perhitungan kami jauh lebih baik didatangkan dari luar dibandingkan produksi di lokal. Karena bahan sisa pertanian seperti dedak padi sangat kecil dan upah untuk tenaga yang kerja juga terbilang mahal, jadi lebih baik didatangkan dari luar saja," tutupnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar