Video Mesum Viral di Timika, Berikut Pengakuan Pemeran Perempuannya

Bagikan Bagikan
Screenshoot video yang beredar di medsos (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - FK pemeran perempuan dalam video dan foto-foto perbuatan tercemar (mesum) yang viral di masyarakat Timika melalui media sosial facebook belakangan ini, mengaku terpaksa melakukan hal yang seharusnya tidak dia lakukan tersebut, karena puncak dari rasa kesal dan rasa benci terhadap suaminya yang selama ini melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap dirinya.

“Sudah tiga tahun lebih ini sejak 2018 saya pernah alami KDRT seperti dipukul di depan anak-anak saya, hanya saja saya tidak pernah melapor. Saya juga sering dipaksa suami untuk melayaninya di saat saya lagi tidak menginginkan. Hasil kekecewaan terhadap suami saya dan puncak dari rasa benci saya membuat saya melakukan hal yang seharusnya tidak saya lakukan,” ungkap FK kepada Salam Papua di Bilangan Belibis, Rabu siang (19/5/2021).

FK mengatakan, karena KDRT tersebut yang menyebabkan sudah tiga tahun ini ia sudah pisah ranjang dengan suaminya.

Dijelaskan sebelum foto dan video ini beredar ia sudah diancam suaminya akan membuatnya dipecat dari pekerjaannya. 

Bahkan ia sudah dipermalukan suaminya di depan anak-anaknya dengan menunjukan video mesum tersebut.

“Sekitar tiga atau empat hari sebelum foto dan video itu beredar ada kejadian di rumah. Waktu itu anak saya yang cewek baru dinyatakan lulus SMA jadi ia minta izin sama saya untuk kumpul sama teman-temannya di rumah dan saya izinkan. Waktu saya pulang kerja pas di depan pagar rumah, saya lihat banyak teman anak saya tapi bapaknya lagi marah-marah entah marah anak saya atau temannya, saya kurang tahu waktu itu. Terus anak saya masuk ke dalam saya dapati anak saya lagi protes ke bapaknya, dan saya bilang kenapa bapak kasih malu anak di depan teman-temannya. Bapaknnya langsung marah-marah dikasih tunjuk foto dan video-video itu ke anak, bapaknya bilang lihat ini kelakuan mamamu kamu bilang saya yang kasih malu anak-anak, yang kasih malu itu kelakukan kamu ini. Dia juga mengancam akan berusaha membuat saya dipecat dari pekerjaan saya,” cerita FK.

Saat itu ia mengaku shock dan hanya bisa terdiam, terpaku serta tidak bisa mengatakan apapun. Kemudian salah satu anggota keluarganya saat itu  berusaha menenangkannya.

“Ada kemenakan saya yang berusaha tenangkan saya dia bilang, sudah tante, tante sadar ingat anak-anak dan saya berusaha menenangkan diri saya di depan anak-anak. Mau taruh di mana muka saya sebagai ibu di depan anak-anak, seharusnya ini cukup masalah suami-istri jangan libatkan anak-anak,” katanya sambil terus menangis.

Dia mengungkapkan, setelah anak-anaknya mengetahui foto-foto dan video itu dari bapaknya, anak-anak cenderung murung dan sering menangis.

“Yang bungsu yang mau naik ke kelas lima ini paling sering menangis dan selalu peluk saya serta bilang mami aku sayang mami. Saya hanya bisa berusaha menenangkan mereka. Kadang saya bilang nanti kita berenang ya sama teman-temannya mami, saya berusaha mengalihkan pikirannya mereka,” ujar FK.

Dikatakan, saat ia menanyakan kepada suaminya dari mana ia mendapat foto dan video itu suaminya mengatakan dikirim di WA akan tetapi saat ia meminta nomor pengirim suaminya sama sekali tidak mau memberikan.

“Dia tidak mau kasih nomor orang yang kirim makanya kemarin polisi tahan HPnya,” ujar dia.

Dikatakan sudah dilaporkan juga ke Pusat Pemberdayaan Terpadu Pelayanan Perempuan dan Anak (PTP2A) Kabupaten Mimika terkait  KDRT dan sikap suaminya yang menunjukan foto-foto dan video yang viral itu kepada anak-anaknya.

FK juga mengungkapkan sebelum foto-foto dan video tersebut di upload pemilik akun dengan inisial “C” di kolom komentar akun FK yang lama, sudah diupload terlebih dahulu oleh pemilik akun berinisial “DR”, namun kini akun itu sudah dihapus.

“Kami cek akunnya baru dibuka sekitar awal Mei tapi sekarang sudah tidak ada lagi,” katanya sambil memperlihatkan akun DR yang sudah di screenshoot.

Menurutnya, untuk urusan rumah tangganya ini, dari pihak gereja sudah berusaha memediasi namun masih dalam proses, sudah terlanjur beredar foto-foto dan video tersebut di Medsos.

“Jadi setelah kejadian suami saya memperlihatkan foto dan video ke anak-anak besoknya ibu pendeta ke rumah. Tapi saya bilang sama ibu pendeta sebagai manusia saya memaafkan tapi saya belum mampu satu kamar dengan dia, saya belum mampu melayani dia,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, FK menyampaikan permohonan maaf kepada Pemkab Mimika khususnya Dinas Kesehatan, Ikatan Bidan Indonesia, rekan-rekannya di Puskesmas Kwamki Lama tempatnya bertugas dan seluruh masyarakat Mimika atas beredarnya video dan foto-foto tersebut.

“Secara pribadi saya minta maaf untuk semua hal yang sudah terjadi, minta maaf untuk Pemkab Mimika terutama Dinas Kesehatan, rekan-rekan saya di Puskesmas Kwamki Lama dan masyarakat Mimika. Kasus ini sekarang sudah ada di tangan kepolisian, mudah-mudahan polisi cepat menemukan pihak yang mengedarkan dan persoalan ini bisa cepat selesai,” katanya sambil mengusap air matanya. (YOSEFINA/Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar