Warga Baluni Tembagapura Butuh Empat Jembatan Gantung

Bagikan Bagikan
Jembatan gantung kayu di Kampung Baluni yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Warga Kampung Baluni, Distrik Tembagapura Mimika membutuhkan 4 jembatan gantung.

Demikian diungkapkan Kepala Kampung Baluni, Obet Janampa kepada Salam Papua di Bilangan Cenderawasih SP2, Timika, Papua, Senin (3/5/2021).

Ia mengatakan, 2 jembatan dibutuhkan untuk akses dari kampung ke lapangan terbang. Jika tidak, maka warga akan kesulitan membawa bahan makanan dari lapangan terbang ke kampung.

“Kalau ada jembatan perjalanan dari lapangan terbang ke kampung hanya dua jam. Kalau tidak ada jembatan, perjalanan dari lapangan terbang ke kampung bisa lebih dari dua jam karena masyarakat harus naik-turun gunung. Apalagi membawa bahan makanan yang berat, perjalanan jadi lebih sulit,” keluhnya.

Sementara dua jembatan lainnya untuk menghubungi Kampung Baluni ujung ke tengah kampung.

Ia mengaku, saat ini dari 4 jembatan yang diusulkan salah satunya dibuat warga secara swadaya menggunakan kayu. Sementara tiga lainnya sudah tidak ada jembatan sehingga warga harus naik-turun gunung.

“Sebelumnya ada jembatan gantung tapi sekitar Bulan Juni ada longsor dan banjir bandang di Kampung Baluni sehingga semuanya rusak. Sampai sekarang belum ada pembangunan jembatan yang baru,” ujarnya.

Menurutnya, untuk pelayanan kesehatan di kampung tersebut dilakukan oleh aparat TNI. Pasalnya sejak ada gangguan kemanan di wilayah itu tidak ada lagi tenaga kesehatan dan guru di sana.

“Jadi kalau warga sakit diperiksa aparat TNI. Kalau anak-anak kami mereka sekolah di Aroanop,” tuturnya.

Ia menambahkan, untuk mengembangkan perekonomian, warga di Kampung Baluni membutuhkan bibit tanaman sayur, buah dan anakan babi.

“Warga di Baluni minta bibit tanaman sayur, buah-buahan dan anakan babi karena mereka mau beternak dan bercocok tanam,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar