Willem Wandik Enggan Komentari Situasi di Kabupaten Puncak

Bagikan Bagikan
Bupati Puncak, Willem Wandik (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Bupati Kabupaten Puncak, Willem Wandik enggan mengomentari situasi keamanan di daerah di mana dirinya menjadi orang nomor 1 tersebut.

Saat ditemui wartawan di salah satu hotel di Bilangan Cenderawasih SP2 Timika, Selasa malam  (4/5/2021), Willem hanya menjawab tidak ingin memberi komentar sambil berlalu dari hadapan sejumlah wartawan yang sedari tadi menunggunya.

“Saya tidak mau komentar itu,” kata Willem sambil terus berjalan. 

Seperti diberitakan sebelumnya pada Bulan April lalu terjadi beberapa kali penembakan di Kabupaten Puncak.

Pertama pada Kamis (8/4/2021) KKB diduga menembak mati seorang guru SD, Oktavianus Rayo. Keesokan harinya seorang guru, Yonathan Randen, kembali tertembak di Distrik Beoga.

Setelah penembakan itu terjadi pula pembakarantiga gedung sekolah di wilayah Beoga bahkan berlanjut sampai menghanguskan rumah Anggota DPRD Kabupaten Puncak.

Tidak hanya sampai di situ, satu minggu kemudian tepatnya pada Rabu (14/4/2021) terjadi lagi penembakan terhadap Udin, seorang tukang ojek di Distrik Omikia, Kabupaten Puncak.

Keesokan harinya KKB menembak lagi Ali Mom, siswa SMA di Ilaga.

Kemudian, jatuh lagi korban jiwa setelah sebelumnya terjadi baku tembak antara aparat keamanan dengan KKB di Kampung Dambet, Distrik Beoga Puncak. 

Kali ini Kepala BIN Papua Brigjen TNI Putu IGP Dani NK menjadi korban penembakan. Almarhum meninggal dunia pada Minggu (25/4/2021) pukul 15.50 WIT. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar