Beredar Informasi Orang yang Divaksin Covid-19 Akan Mati Setelah 2 Tahun, Kadinkes Mimika: Itu Tidak Benar!

Bagikan Bagikan

Kadinkes Mimika, Reynold Ubra (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Viral, beredar sebuah informasi yang meresahkan dari pesan berantai melalui media sosial, dimana Michael Yeadon yang mengaku Eks peneliti Pfizer menyebutkan jika seorang yang sudah menjalani vaksinasi Covid-19 akan mati setelah 2 tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menegaskan informasi tersebut tidak benar atau Hoax.

Menurut Reynold, informasi tersebut merupakan bagian dari perang bisnis antara pabrik vaksin dan juga para ahli.

“Itu informasi itu tidak benar. Saya sudah baca beritanya dan menurut saya itu adalah perang bisnis antara pabrik vaksin dan para ahli saja,” ungkap Reynold.

Pria lulusan Magister Epidemiologi dari Universitas Indonesia itu mengatakan, vaksin sinovac yang digunakan oleh pemerintah Indonesia termasuk Kabupaten Mimika merupakan vaksin asli atau virus asli yang mati kemudian disuntik kembali ke dalam tubuh manusia. Buktinya sejak dilakukan vaksin covid-19 kasus juga menurun di Mimika dan ini juga terjadi di semua daerah,  serta ini merupakan gambaran bahwa vaksin memberikan jaminan bagi masyarakat yang telah divaksin.

“Vaksin sinovac tidak ada hubungan dengan vaksin pFizer, tidak ada hubungan dengan vaksin jansen sebagaimana menjadi perbincangan saat ini dan perlu diketahui sebelum vaksin sinovac dinyatakan layak untuk digunakan telah melalui proses, dan sampai saat ini kita masih menggunakan satu jenis vaksin yakni vaksin sinovac,” ungkapnya.

Ia meminta agar  masyarakat tidak takut untuk divaksin, dan tidak terpancing dengan informasi tersebut, sebab pola penyakit dan pola hidup warga Amerika berbeda dengan pola hidup masyarakat di Indonesia khususnya di Kabupaten Mimika. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar