Dinas Ketahanan Pangan Mimika Ajukan Proposal Senilai Rp 2 Miliar Lebih ke Provinsi

Bagikan Bagikan
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga saat memperlihatkan sirup dan minyak goreng berbahan dasar buah merah yang diproduksi kelompok Hiposa di ruang kerjanya (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika mengajukan proposal ke Pemerintah Provinsi Papua senilai Rp 2 miliar lebih untuk pengembangan usaha olahan pangan lokal dalam bentuk aneka makanan dan minuman yang dilakukan kelompok Hipaso sebagai kelompok binaan dari Dinas Ketahanan Pangan.

“Kami sudah usulkan Rp 2 miliar lebih melalui dana DAK, usulan kami sampaikan ke Provinsi nanti Provinsi yang lanjutkan ke Pusat. Sebelumnya kami sudah usulkan tapi belum bisa diakomodir di APBD Mimika,” terang Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mimika, Yulius Koga, saat ditemui Salam Papua di ruang kerjanya, Jumat (4/6/2021).

Dia mengatakan, jika usulan itu dijawab maka akan digunakan membangun rumah produksi untuk kelompok Hiposa dan pengadaan peralatan serta kemasan untuk memproduksi bahan pangan lokal.

“Jadi olahan bahan pangan lokal yang diproduksi kelompok Hiposa ini ada bermacam-macam, ada minyak goreng dari buah merah, sirup buah merah, es krim buah merah, bubuk buah merah yang disedu dengan air hangat, aneka kue, es krim, keripik-keripik, selai dan pangan olahan lain berbahan dasar pangan lokal,” terang Yulius.

Ia mengungkapkan, selama ini Kelompok Hipaso mengelola pangan lokal menggunakan modal sendiri mulai dari pengadaan peralatan produksi yang masih sederhana, kemasan dan bahan baku. Rumah produksi pun masih menggunakan rumah pribadi anggota kelompok tersebut yang beralamat di Kelurahan Kebun Sirih Timika.

“Jadi kalau usulan ini dijawab kami bangun rumah produksi, lahannya mereka yang siapkan. Kami adakan peralatan yang lebih modern dan kemasan yang lebih baik serta memberikan mereka modal awal,” ungkapnya.

Dia mengaku bahwa pangan lokal yang selama ini diolah diambil dari petani-petani di Mimika.

“Jadi buah merah, sagu, umbi-umbian sebagai bahan dasar diambil dari petani lokal,” ujarnya.

Menurutnya, sampel bahan pangan olahan yang diproduksi Hiposa ini sudah diminta oleh pemerintah Provinsi untuk diperiksa karena rencananya akan diikutkan dalam pameran pangan lokal menjelang PON nanti.

“Kemarin pihak Provinsi minta sampel mau diperiksa untuk diikutkan dalam pameran untuk kepentingan PON nanti,” ujarnya.

Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan juga berencana mengembangkan usaha kopi arabika yang selama ini diproduksi masyarakat Agimuga.

“Selama ini masyarakat Agimuga produksinya terbatas jadi kita rencananya mau kembangkan ini tahun depan. Tujuannya tentu meningkatkan kesejahteraan petani kopi dan masyarakat Agimuga,” sebutnya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar