Direktur Timika Mall Dipanggil Polisi

Bagikan Bagikan
Timika Mall (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Warga kompleks belakang Timika Mall di jalan Hasanuddin tepatnya di Jalan Rambutan mengeluhkan tumpahan oli yang dinilai mencemari lingkungan sekitar.

Keluhan ini di-posting ke akun Facebook milik warga dan kemudian dibagi ke akun grup yang berjumlahkan ribuan pengikut. Dalam postingan tersebut, warga memasang lebih dari satu foto dengan caption “Pencemaran lingkungan adalah penyakit yang tidak terobati”.

Karena itu warga tersebut meminta tolong agar pihak terkait menelusuri pembuangan limbah minyak atau oli di Timika Mall. Warga juga menanyakan kenapa Timika Mall harus membuang limbahnya sembarangan, karena sangat mengganggu warga yang melintas.

“Kasihan, dampak terbesarnya adalah mematikan tumbuhan dan biota yang ada di sana, sekaligus mencemari air di sana, karena oli tidak dapat terurai. Terimakasih, tolong dibagikan. Ini bukan yang pertama kali tapi ini udah berulang,” ujar pemilik akun Facebook atas nama Varely bebarapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan Salam Papua, Sabtu (12/6/2021), di saluran air yang dikeluhkan warga masih tersisa limbah berupa solar.

Keluhan warga jalan Rambutan ini dibenarkan Arthur yang merupakan teknisi Timika Mall. Arthur mengaku bahwa yang dikeluhkan warga merupakan tumpahan solar dari pipa genset yang bocor milik Timika Mall beberapa Minggu lalu saat mati lampu, sehingga solar mengalir ke saluran air bagian belakang Timika Mall.

“Itu karena pipanya bocor saja. Intinya bukan sengaja,” ungkapnya.

Menurut Artur, kejadian ini juga telah dilaporkan ke kepolisian oleh warga dan pihak kepolisian pun telah mendatangi Direktur Timika Mall untuk dimintai penjelasan.

“Direktur Timika Mall juga akan dipanggil ke kantor pelayanan Polres Mimika untuk dimintai keterangan terkait keluhan warga ini. Pasti Direktur Timika Mall juga akan datang memenuhi panggilan Polres untuk mediasi bersama warga,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar