FKUB Mimika Gelar Doa Lintas Agama, Wabup John: Tanpa Tuhan Pekerjaan Tidak akan Berjalan Baik

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob foto bersama pengurus FKUB Mimika, tokoh-tokoh agama dan semua tamu undangan yang hadir pada kegiatan doa lintas agama (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Mimika menggelar doa bersama lintas agama di Aula Hotel Cenderawasih 66, Jalan Cenderawasih SP2 Timika, Selasa (8/6/2021).

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob,S.Sos,MM dalam sambutannya pada kesempatan itu mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh FKUB Kabupaten Mimika, karena baginya tidak ada pekerjaan yang dapat berjalan dengan baik tanpa campur tangan Tuhan.

“Kita mesti beryukur atas ide doa bersama lintas agama, ini merupakan inisiatif yang luar biasa. Dalam kehidupan, Tuhan harus hadir dalam semua rencana kita. Tanpa Tuhan, pekerjaan kita tidak dapat terlaksana dengan baik. Kita berharap semua persoalan kita dapat dimudahkan,” kata Wabup John.

Dia menyebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika mendukung penuh kegiatan tersebut.

Forum besar doa bersama  masyarakat ini tidak hanya mendoakan kegiatan yang akan dilakukan ke depan tapi juga mensyukuri semua berkat yang sudah diterima selama ini.

 “Kita harus mensyukuri apa yang kita dapati selama ini. Apa yang kita lakukan hampir satu setengah tahun saya dan Pak Bupati pimpin Kabupaten ini, Tuhan berkarya, tidak ada kekacauan yang berarti tidak terjadi hal-hal yang membuat kita tidak aman. Tapi kita berupaya mewujudkan Mimika cerdas, aman, damai dan membuat masyarakat sejahtera. Kalau tidak cerdas orang akan buat kacau terus,” ujarnya.

Menurut dia, saat ini Papua secara umum mengalami persoalan bertubi-tubi.

Di antaranya, pelaksanaan dana otonomi khusus (Otsus) Papua akan berakhir pada tahun 2021 sebagaimana telah diatur dalam Undang-undang Nomor 21 tahun 2001 tentang otonomi khusus bagi Provinsi Papua.

Pemerintah melakukan evaluasi secara besar-besaran terhadap Undang-undang Otsus selama 20 tahun berjalan.

Hal ini memunculkan banyak reaksi, ada yang menolak, ada yang menerima dengan berbagai macam alasan.

Kemudian muncul juga berbagai persoalan sebagai reaksi mengenai pemekaran Provinsi Papua Tengah.

Padahal tujuan pemerintah dengan pemekaran ini untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat menjadi lebih mudah, namun dalam perjalanan ada pihak yang menerima ada yang menolak.

Kemudian terkait juga gangguan keamanan di beberapa daerah di Papua seperti pembakaran Bandara di Ilaga dan pembakaran pesawat.

Padahal untuk Ilaga hanya satu akses yakni transportasi udara, untuk mendapat pelayanan di berbagai bidang yang hampir semuanya datang dari Timika yang memang melayani wilayah-wilayah di Pegunungan Tengah Papua.

Untuk itu, Wabup John mengajak seluruh masyarakat berdoa agar Tuhan memberikan jalan terbaik untuk Papua khususnya Mimika.

“Kita doa supaya Tuhan kasih jalan yang terbaik untuk tanah ini. Kita juga berdoa supaya Pandemi Covid-19 segera berlalu dan saya ajak semua masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19 dan tetap mematuhi protokol kesehatan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua FKUB Kabupaten Mimika, Ignatius Adii dalam sambutannya berharap pemerintah memberi dukungan agar kegiatan doa bersama rutin berjalan setiap bulan sampai menjalang pelaksanaan Pesparawi Provinsi Papua, Pelaksanaan PON XX dan Konferensi Gereja Kingmi di Timika.

Selain itu, di Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika juga diharapkan dilakukan doa bersama rutin sekali dalam seminggu dengan menghadirkan hamba Tuhan.

“Jadi kita harus menghadirkan Allah dalam semua kegiatan kita agar semua persoalan biarlah Allah yang menyelesaikan,” ujar Ignatius.

Kemudian perwakilan dari panitia kegiatan doa lintas agama, Pdt. Donald Salima,S.Th,SE dalam sambutanya menyebutkan pelaksanaam kegiatan yang disponsori oleh Pemkab Mimika ini menelan anggaran Rp 48.150.000.

“Rincian penggunaan anggaran ini Rp 15 juta untuk konsumsi, Rp 15 juta untuk transportasi dan biaya lain-lain sebesar Rp 18.150.000,” ungkapnya.

Dikatakan, peserta yang hadir dalam kegiatan itu sebanyak 50 orang dan diharapkan kegiatan ini menjadi inspirasi dalam pelaksanaan doa secara bertahap dan kontinu.

“Agar Tuhan selalu memberkati tanah Papua ini,” ujarnya.

Pantauan Salam Papua, setelah serangkaian sambutan, dilakukan doa bersama oleh tokoh dari lima agama di Kabupaten Mimika yakni Tokoh Agama Islam, Ustad Abdul Muthalib,SPd, Tokoh Agama Kristen, Pdt Alfons Yosua Nussi, Tokoh Agama Budha, Pandita Jemmy Mulyono, Tokoh Agama Hindu, I Made Kembardana dan Tokoh Agama Katolik, Pastor Oktovianus Taena,Pr. Tokoh-tokoh agama ini didampingi Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, Kasat Binmas Polres Mimika, AKP Ferdinan R Waloni dan Kasdim 1710/Mimika, Mayor Inf Ahmadi Arif.

Rangkaian acara itu ditutup dengan doa oleh Ketua FKUB Mimika, Ignatius Adii dan santap siang bersama. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar