Jadi Korban Tindak Kejahatan, Warga Harus Lapor Polisi Sebagai Dasar Penyelidikan Bukan Curhat di Medsos

Bagikan Bagikan

Kapolsek Miru, AKP Dionisius VDP Helan,SIK (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kapolsek Mimika Baru (Miru), AKP Dionisius VDP Helan,SIK sangat menyayangkan banyaknya warga Timika yang mengeluh melalui akun media sosial ketika menjadi korban tindak kejahatan tapi tidak mendatangi ataupun menghubungi kantor Polisi terdekat.

Disampaikan, selama ini banyak warga yang mengeluh melalui WhatsApp, Facebook pribadi ataupun Facebook grup bahwa telah menjadi korban jambret atau harta bendanya seperti HP, laptop dan yang lainnya dicuri OTK.

Parahnya lagi, di setiap akhir keluhan selalu meminta kepolisian untuk mengusut, sementara kepolisian membutuhkan laporan dari setiap korban sebelum menindaklanjutinya.

Dengan adanya laporan warga, maka Polisi merespon dan dilanjutkan dengan olah TKP. Langkah itu yang menjadikan terang benderang pengungkapan pelaku dalam suatu kasus.

“Kalau memang saat kejadian langsung dilaporkan, pasti anggota polisi langsung merespon asalkan diberitahukan alamat kejadian dengan jelas. Namun, kalau masyarakat hanya curhat di Medsos tanpa melapor ke Polisi, maka Polisi tidak bisa melakukan penyelidikan. Padahal kalau warga melapor, berarti Polisi punya dasar untuk melakukan penyelidikan. Laporan warga itu sebagai dasar untuk kepolisian melakukan penyelidikan,” kata AKP Dionisius, Senin (14/6/2021).

Masyarakat harus mengetahui dan mendukung Kepolisan dalam menjalankan tugas dan fungsi menjaga Kamtibmas, melindungi dan mengayomi.

Dalam hal ini, merespon TKP oleh kepolisian tentunya menjawab keinginan masyarakat, akan tetapi jika masyarakat hanya curhat di Medsos, maka hal itu tidak bisa jadi dasar adanya bantuan dari pihak Kepolisian. Sebab laporan masyarakat merupakan dasar untuk melakukan penyelidikan oleh kepolisian.

“Warga harus melapor ke kantor Polisi terdekat. Kalau memang tidak bisa datang, maka bisa via telepon supaya ada dasar bagi kepolisian menyelidiki siapa pelakunya,” ujarnya.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa peran masyarakat dalam melaporkan suatu kejadian akan membantu jaminan Kamtibmas di Timika. Masyarakat juga harus pandai menilai adanya oknum atau kelompok tertentu yang sengaja melakukan suatu tindakan yang menimbulkan kekacauan. Apalagi menjelang pelaksanaan PON dan Pesparawi. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar