Jempol Adminduk Mandek Lantaran Putusan Bupati Mimika Berhentikan Honorer

Bagikan Bagikan
Pelayanan Adminduk di Kantor Disdukcapil (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Sekretaris Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Mimika, Lukas Tahitu mengatakan, dampak dari keputusan Bupati Mimika tentang pemberhentian tenaga honorer di lingkungan Pemkab Mimika, salah satu kegiatan Disdukcapil untuk melakukan pendataan administrasi penduduk (Adminduk) langsung kepada masyarakat di kampung hingga pelosok atau jemput bola (Jempol) menjadi mandek.

Lukas mengungkapkan, agar masyarakat di wilayah pedalaman bisa memiliki adminduk dan tetap terlayani, Jempol menjadi jawabannya, namun saat ini mengalami kendala karena kekurangan petugas.

“Ini yang akan menjadi pertimbangan kami kepada pimpinan, karena dengan adanya kebijakan itu Disdukcapil kekurangan tenaga yang berdampak pada pelayanan. Dengan kondisi saat ini kami tetap berusaha untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Lukas, Jumat (4/6/2021).

Menurut dia, masih banyak warga Kabupaten Mimika yang belum memiliki adminduk, khususnya masyarakat yang berada di wilayah pedalaman (pegunungan dan pesisir).

“Warga yang berada di beberapa Distrik pedalaman (pesisir) sudah kita sambangi dan melakukan pelayanan. Kalau warga yang di wilayah pegunungan mereka lebih banyak berada di kota sehingga kita juga biasanya lakukan Jempol di tempat-tempat yang memang banyak masyarakat beraktivitas. Untuk melakukan pelayanan di sana, semua perangkat harus kita bawa juga ke pedalaman dan saat ini kita tidak bisa jangkau langsung ke wilayah pegunungan lantaran medan yang sulit, biaya transportasi yang mahal, serta tidak tersedianya jaringan internet,” ungkap Lukas. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar