Kadinkes Mimika Sebut Nakes Malas Berkantor Jangan Bayarkan Haknya

Bagikan Bagikan
Kadinkes Mimika, Reynold Ubra (Foto: SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Puskesmas memiliki kewenangan untuk membina dan mengawasi pegawai serta memberikan sanksi kepada ASN maupun non ASN  yang malas berkantor.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra menjelaskan, kepala Puskesmas diberikan kewenangan penuh untuk membina dan memberikan sanksi kepada pegawai yang tidak pernah berkantor, dan juga memberikan reward atau penghargaan kepada petugas.

"Penilaian secara ketat kami sudah berikan kepada kepala Puskesmas untuk menegakkan aturan, karena kepala Puskesmas merupakan pejabat eselon IV A yang juga dapat melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap pegawai," ujarnya, Senin (21/6/2021).

Ia menegaskan, agar Kepala Puskesmas tidak membayar insentif atau hak kepada pegawai yang malas dan yang tidak melaksanakan tugasnya.

"Pegawai yang malas berkantor tidak boleh terima haknya sama dengan Pegawai yang rajin masuk Kantor, sekalipun itu pegawai PNS. TPP, ULP tidak boleh dibayarkan, mau ribut apapun tidak boleh dibayarkan. Ibaratnya mau makan seperti raja, maka bekerjalah seperti Babu," ujarnya.

Menurut Rey, hal-hal itu harus ditegakkan agar tidak terjadi kecemburuan. 

"Saya juga tidak berkenan untuk menandatangani pengusulan kenaikan pangkat bagi pegawai yang malas berkantor," kata Rey.

Namun itu hanya berlaku bagi pegawai yang berada di wilayah kota. 

Memandang Mimika tidak bisa seperti Jakarta, karena di Mimika ada daerah kota dan daerah pedalaman (gunung dan Pesisir) dan kondisi geografis yang berbeda.

Pegawai atau Nakes yang sudah melaksanakan tugasnya selama 3 bulan dan stay di tempat tugas ketika turun ke kota insentifnya tetap dibayarkan.

"Setiap tiga bulan juga pegawai di wilayah pedalaman harus mendapatkan insentif berupa bahan makan yang harus di drop ke sana. Petugas yang ada di wilayah terpencil harus punya sarana dan prasarana yang memadai, harus ada rumah, air bersih dan listrik serta saran komunikasi.

Dia menambahkan, tempat tinggal ini yang menjadi hal serius yang kami perhatikan dan upayakan, sampai hari ini kami masih berjuang, rumah petugas harus ditambah. (Jefri Manehat)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar