Kepala BNPT: Penyelidikan Terhadap Teroris di Merauke Sudah Lama Dilakukan

Bagikan Bagikan
Kepala BNPT, Komjen Pol. Boy Rafli Amar saat berkunjung ke Timika, Papua (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Penangkapan belasan terduga teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) oleh Densus 88 Antiteror Polri di Merauke pada 28 Mei dan 30 Mei 2021, merupakan hasil temuan bermula dari proses penyelidikan yang sudah lama dilakukan.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), Komjen Pol. Boy Rafli Amar saat ditemui wartawan di Hotel Rimba Papua, Timika, Papua, Rabu (9/6/2021).

Ia mengatakan, penangkapan teroris ini dalam rangka menghindari terjadinya kekerasan dalam masyarakat atas dasar perbedaan, semacam perbedaan pandangan dan perbedaan tujuan. Maka itu upaya-upaya pro aktif yang dilakukan oleh aparat penegak hukum agar masyarakat lainnya terhindar dari aksi-aksi kekerasan yang lebih fatal.

“Itu adalah upaya upaya pro aktif tentunya di antara kita semuanya masyarakat harus memiliki sikap mawas diri, kepedulian yang tinggi terhadap segala potensi yang bisa membuat masyarakat kita pada pihak yang dirugikan,” ujar mantan Kapolda Papua ini.

Dia berharap semua masyarakat bersatu dalam hal-hal positif, berkontribusi dalam kegiatan pembangunan di segala bidang sesuai bidang yang digeluti masyarakat dan menghormati negara hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tentunya kira inginkan proses kehidupan berbangsa dan bernegara ini melahirkan tingkat kesejahteraan semakin membaik dalam masyarakat,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, 10 terduga teroris ditangkap pada Jumat (28/5/2021), kemudian satu orang terduga teroris lainnya ditangkap pada Minggu (30/5/2021).

Pelaku merupakan kelompok JAD yang berasal dari Jawa dan Sulawesi. Namun, para pelaku memang telah lama tinggal dan menetap di Merauke.

Dalam penangkapan ini, Polri menyita senapan angin, senjata tajam, peralatan panah, hingga bahan kimia yang diduga sebagai bahan baku peledak. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar