Kerjasama Dengan YPMAK, RSMM Timika Sudah Bisa Layani Pasien BPJS Kesehatan

Bagikan Bagikan
RSMM Timika (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kabar gembira bagi masyarakat pada umumnya dan masyarakat 7 suku yang berdomisili di Mimika pada khususnya karena Yayasan Charitas Timika Papua (YCTP) dan BPJS Kesehatan telah menandatangani perjanjian kerjasama tentang Jaminan Kesehatan bagi penduduk 7 suku di Kabupaten Mimika melalui Klinik Mitra Masyarakat (KMM), Rabu (23/6/2021).

YCTP mendaftarkan 10.000 nama bermarga 7 suku yang berdomisili di Mimika untuk menjadi anggota BPJS dengan kategori Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kolektif. 

Hal ini dimaksudkan agar semakin banyak masyarakat 7 suku yang bisa memanfaatkan Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Wakil Ketua YCTP, Hans Magal mengatakan, 10.000 nama yang didaftarkan ini adalah hasil dari verifikasi dan pemadanan database antara RSMM dan YPMAK dengan BPJS Kesehatan untuk memastikan bahwa mereka semua adalah penerima manfaat dana kemitraan PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Dengan penambahan 10.000 nama, masyarakat 7 suku yang berdomisili di Mimika yang masuk dalam peserta BPJS Kesehatan kini menjadi 44.000 orang dengan berbagai kategori kepesertaan.

"Kerjasama ini melengkapi kerjasama sebelumnya yang telah terjalin antara kedua belah pihak sejak 15 Desember 2018 dalam penerapan dengan tarif INACBGs di Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) dengan penjaminan BPJS. Dengan Kerjasama ini, Klinik Mitra Masyarakat akan secara rutin mendapatkan dana kapitasi dari BPJS Kesehatan sesuai dengan kuota awal yang didaftarkan dan akan secara berangsur-angsur ditingkatkan seiring dengan membaiknya sistem pelayanan yang ada di KMM/RSMM," ungkap Hans Magal.

Sementara itu Direktur perluasan dan pelayanan BPJS Kesehatan Pusat, David Bangun dalam kesempatan itu mengatakan bahwa dengan adanya Kerjasama ini, masyarakat 7 suku yang telah terdaftar tersebut kini dapat menikmati manfaat JKN-KIS bukan saja di KMM/RSMM tetapi juga di semua fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS di seluruh nusantara.

"Angka kepesertaan ini akan diupayakan terus bertambah hingga seluruh masyarakat 7 suku tanpa terkecuali dapat menikmati JKN-KIS. Selain itu, masyarakat umum yang ada di Mimika yang telah menjadi peserta BPJS juga dapat menikmati JKN-KIS di KMM/RSMM. Jadi amat jelas bahwa kerjasama ini amat menguntungkan bagi masyarakat umum dan juga bagi pengelola KMM/RSMM, sedangkan bagi BPJS Kesehatan sendiri semakin memperluas jangkauan kemitraannya sebagai salah satu tolok ukur keberhasilan penerapan JKN-KIS," ujarnya.

Direktur YPMAK, Vebian Magal sangat mengapresiasi terobosan dari YCTP. Dimana menurutnya hal tersebut sejalan dengan visi dan misi YPMAK terhadap KMM/RSMM agar menjadi Klinik/Rumah Sakit yang professional, bermutu, mandiri dan unggul di Kabupaten Mimika dan sekitarnya. 

Dengan Kerjasama ini BPJS Kesehatan selaku penjamin bayar, dengan penerapan sistem pembayaran prospektif lewat kapitasi dan tarif INACBGs secara tidak langsung akan membantu KMM/RSMM melakukan kendali mutu dan kendali biaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap subsidi dana kemitraan dari YPMAK.

Selain itu, ada visi besar YPMAK terhadap masyarakat 7 suku di bidang kesehatan agar mereka dapat mengakses layanan kesehatan secara mandiri dalam segala tingkatan, mulai dari tingkat Pustu di pesisir dan pedalaman hingga rujukan regional dan nasional.

"YPMAK hadir dengan penjaminan komplementer bagi semua masyarakat 7 suku yang berdomisili di Mimika berupa biaya transportasi, akomodasi, konsumsi rujukan dan biaya lainnya yang belum dicover oleh BPJS kesehatan untuk menjamin kesinambungan layanan medis sampai ke tingkatan yang paling tinggi di negeri ini," kata Vebian.

Sementara itu Manager Corporate Communications PT. Freeport Indonesia, Kerry Yarangga mewakili Management PTFI mengapresiasi YPMAK yang telah mendorong YCTP selaku mitra pelaksana Program Kesehatannya untuk mengintegrasikan layanan kesehatan di KMM/RSMM dengan JKN-KIS guna menjamin keberlanjutan (sustainability) program tanpa terus bergantung pada dana kemitraan.

"Harapan yang sama untuk mitra-mitra YPMAK lainnya untuk memastikan efektivitas pengelolaan dana kemitraan terhadap penerima manfaat dengan bersinergi antar mitra untuk terus mendukung program-program pemerintah di bidang kesehatan, pendidikan, ekonomi dan bidang lainnya. Keselarasan derap langkah YPMAK dengan para mitra akan mempercepat terwujudnya visi dan misi PTFI dalam pembangunan sosial masyarakat," terang Kerry. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar