Meki Nawipa: Jadi Bupati Itu Bukan Segalanya, Rakyat Nomor Satu (2-Selesai)

Bagikan Bagikan

Bupati Paniai, Meki Nawipa. (Foto-SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA)
- Menjadi Bupati bukan berarti merasa paling hebat, paling berkuasa, bisa melakukan segalanya sesuka hati, menjadi Bupati bagi Meki Nawipa bukan segalanya. Justru bagi Bupati Paniai, Meki Nawipa, menjadi Bupati memiliki tanggung jawab yang luar biasa besar untuk rakyat, dan dalam setiap kebijakan yang diambil, kebutuhan rakyat yang harus dinomor satukan. 

Selengkapnya tentang kinerja Meki Nawipa selama menjadi Bupati Paniai, berikut laporan wartawan Salam Papua setelah wawancara eksklusif bersama Meki Nawipa di Kantor Salam Papua, Timika. 

Bupati Paniai, Meki Nawipa tidak merasa hebat dengan jabatannya sekarang. Baginya menjadi Bupati bukan segalanya, ia justru menjadi Bupati karena niatnya menolong masyarakat Papua khususnya masyarakat Paniai yang masih tertinggal. 

Dia mengetahui pasti ketertinggalan itu karena selama 15 tahun ketika menjadi pilot, ia masuk ke semua pedalaman Papua sehingga ia benar-benar mengetahui kondisi kehidupan masyarakat di pedalaman-pedalaman Papua. 

“Jadi Bupati itu bukan segalanya. Saya memilih terjun ke dunia politik dan menjadi Bupati karena ingin menolong masyarakat. 15 tahun saya jadi pilot, hampir 99 persen wilayah pedalaman Papua ini saya datangi, saya benar-benar mengetahui kondisi di pedalaman. Sehingga saya pikir, dengan jadi Bupati ini saya bisa melakukan beberpa hal yang bisa menolong rakyat,” ujarnya. 

Untuk itu setelah setahun (2019) menjadi Bupati, Meki menggandeng beberapa pihak yang berkompeten untuk membentuk tim komite percepatan. 

“Jadi kita buat komite percepatan pendidikan, komite percepatan ekonomi kerakyatan dan komite percepatan pelayanan kesehatan. Ini kebutuhan dasar jadi kita bentuk komite kerja, dan kita melibatkan pihak-pihak profesional misalnya  untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan, kita kerjasama dengan Institut Pertanian Bogor,dan Universitas Papua ” kata Meki. 

Menurut Meki, untuk mempercepat pembangunan di berbagai bidang di Paniai, ia memangkas birokrasi yang dinilainya terlalu berbelit-belit. 

“Pada saat saya mulai bekerka sebagai Bupati, ternyata birokrasi selama ini terlalu berbelit-belit. Pak Presiden kan sudah bilang kalau bisa, kita pangkas itu birokrasi-birokrasi. Jadi saya pangkas birokasi yang berbelit-belit di Paniai.  Tidak boleh lagi putar ke sana putar ke sini, kalau mau membangun masyarakat langsung saja jangan terlalu banyak birokrasi yang membingungkan dan justru merugikan rakyat, sementara kelompok-kelompok tertentu mengambil keuntungan dari birokrasi itu,” ujarnya. 

Saat ini, lanjut dia, di sisi pendidikan Pemkab Paniai sudah menggandeng Indonesia Cerdas/yayasan serafim, Paidea untuk mengembangkan pendidikan. 

“Jadi guru-guru dari Yayasan Serafim dan Paidea  ini kami percayakan untuk mendidik dan membina anak-anak kami,” ungkapnya. 

Ia mengatakan, selama ini jarang sekali orang Paniai mendapat beasiswa dari dana Otsus untuk sekolah di Amerika. 

Tahun ini Meki membuat gebrakan baru, ia akan mengirim 10 orang Paniai untuk sekolah di Amerika. 

“Sekarang mereka sedang persiapan di Jayapura dan rencana bulan agustus 2021 akan di berangkatkan ke Amerika,” katanya. 

Tahun ini juga ia sudah mengirim 10 orang lagi ke  YPA Jayapura untuk disiapkan untuk tahun 2022 Mereka akan menekuni pendidikan di bidang peternakan, perkebunan, perikanan. 

“Dari yayasan Meki Nawipa, nanti mereka pulang akan mengelola pertanian ,peternakan, perkebunan yang kita bangun termasuk industri kopi yang akan kami bangun tahun 2022,” tuturnya. 

Dalam tahun yang sama ini juga ia mengirim 8 anak yatim piatu untuk bersekolah di Sekolah Papua Harapan standard pendidikan amerika dan nantinya akan melanjutkan pendidikan mereka ke Amerika. 

“Dulu saya janji saya akan pastikan anak yatim piatu akan sekolah bersama dengan anak-anak saya. Tahun ini saya bawa keluar delapan anak, saya bayar Rp 7,5 miliar sampai 13 tahun mulai dari TK umur enam tahun. Saya bangga jika bisa membuat seseorang yang tidak memiliki orangtua, tidak mempunyai apa-apa bisa menjadi orang yang berguna dan berhasi,” katanya dengan penuh semangat. 

Sementara di bidang kesehatan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan.

“Jadi ada 15 grup dari Kementerian Kesehatan yang akan masuk membantu pelayanan kesehatan di Paniai. Untuk pengembangam ekonomi, pendidikan dan kesehatan masyarakat Paniai ini bisa sekali jalan. Kita lihat ke depannya ada harapan baru (NEW HOPE) untuk rakyat,” ujarnya. 

Agar masyarakat Paniai tidak ketinggalan perkembangan informasi, Meki memakai dua fiber optik satu dari Timika dan satu dari Nabire dan bulan agustus 2021 sudah 4G. 

“Nanti kalau dari Timika putus kita pakai dari Nabire kalau dari Nabire putus kita pakai dari Timika. Untuk kebutuhan listrik juga di Paniai bulan juli minggu pertama akan nyalah  24 jam,” ungkapnya. 

Pihaknya juga sudah menertibkan penataan tempat-tempat sampah agar Paniai selalu bersih dan indah. 

Sekarang Meki dengan mengurus penyaluran air bersih dan tahun 2022 nanti ia berencana semua masyarakat Paniai sudah menikmati air bersih. 

“Kalau air bersih sudah masuk, saya akan segera membenahi rumah sakit supaya pelayanannya lebih maksimal,” tuturnya. 

Dikatakan, situasi keamanan di Paniai saat ini sangat kondusif karena masyarakat sudah sadar mengembangkan perekonomian keluarganya. 

Sudah ada kesibukan-kesibukan yang positif jadi situasi di sana aman,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, masyarakat Paniai juga dilarang untuk menjual tanah agar bisa mengusahakan hidupnya di atas tanahnya. Pemda ikut terlibat mengurus sertifikat tanah  dan tahun 2020 pemda paniai membantu 467 sertifikat tanah untuk rakyat. 

“Di sana tanah dilarang untuk dijual. Tanah sudah sedikit kalau dijual nanti mereka jadi susah di atas tanahnya sendiri,” sebutnya. 

Dia memastikan selama lima tahun kepemimpinannya, semua janji politiknya akan terwujud, pembangunan di Paniai akan berhasil.                                                                             

“Memang tidak gampang mengubah cara pandang masyarakat, melakukan berbagai pembangunan untuk mengembangkan masyarakat tapi kalau dilakukan dengan sepenuh hati, dengan semangat pelayanan yang tulus, tidak ada yang tidak mungkin. Saya bisa membuktikan itu,” pungkasnya. (Yosefina)


Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar