Mengaku Dibegal Hingga Dibuang ke Got Ternyata Bohong, HR Minta Maaf ke Polisi

Bagikan Bagikan
HBR didampingi ayahnya saat menyampaikan permohonan maaf (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Seorang pria berinisial HR meminta maaf kepada aparat kepolisian Polsek Mimika Baru (Miru), wartawan dan seluruh masyarakat Mimika atas pengakuan atau laporan bohong yang telah disampaikannya tanggal 22 Juni 2021 lalu.

Saat itu, HR didampingi orang tuanya mendatangi Polsek Miru dan melaporkan bahwa dirinya menjadi korban begal di Irigasi tepatnya dekat toko Paragon sekitar pukul 21.30 WIT. HR pun merangkai kronologis bahwa dirinya dipepet empat orang yang kemudian menganiayanya hingga pingsan dan dibuang ke got.

Atas laporannya tersebut unit Reskrim Polsek Miru pun langsung melakukan penyidikan ke TKP. Namun, berdasarkan keterangan saksi-saksi dan barang bukti menunjukan pengakuan tersebut tidaklah benar, tapi HR mengalami kecelakaan tunggal bersama motor Beatnya usai mengonsumsi minuman keras (Miras) di SP2.

“Saya dan keluarga hari ini datang ke sini untuk minta maaf kepada seluruh anggota Polsek Miru dan seluruh masyarakat. Saya minta maaf sebesar-besarnya,” ungkap HR di Polsek Miru, Jumat (25/6/2021).

Hal yang sama juga disampaikan Kanit Reskrim Polsek Miru, Iptu Lexi Medianto. 

Iptu Lexi mengatakan, yang disampaikan HR merupakan klarifikasi tentang laporannya tanggal 23 Juni lalu. Laporan tentang dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau begal yang ternyata tidak benar.

Saat melaporkan HR mengaku telah dianiaya dan dibuang ke dalam got serta motornya dibawa lari, sehingga unit Reskrim melakukan penyidikan. 

Fakta-fakta penyidikan dari para saksi dan barang bukti  mengungkapkan bahwa motor HR tidak dibawa kabur dan HR tidak mengalami penganiayaan atau begal.

“Persoalanya, laporan dari Polsek itu sudah diekspos media bahwa HR ini korban begal. Padahal itu tidak benar dan laporannya itu juga hari ini dicabut. Secara resmi juga sudah menyampaikan permohonan maaf kepada Polres Mimika, Polsek Miru dan seluruh masyarakat karena pengakuan dia sebelumnya sudah dikonsumsi masyarakat,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar