Permintaan Masyarakat Yansen Tinal Gantikan Jabatan Klemem Tinal Jangan Dipandang Sebagai Politik Dinasti

Bagikan Bagikan

Fernando A. Yansen Tinal, M.B.A. (Foto-Istimewa)

SAPA (TIMIKA)
- Permintaan masyarakar agar Fernando A Yansen Tinal, M.BA yang merupakan adik kandung dari Klemen Tinal, yang juga sebagai Ketua Harian Partai Golkar menggantikan posisi Klemen Tinal sebagai Wakil Gubernur Papua, jangan dipandang sebagai  politik dinasti. 

Demikian diungkapkan Koordinator DPD 1 Partai Golkar Papua Wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) 3  Meepago, Yance Mote saat dihubungi Salam Papua via WhatsApp, Rabu (2/6/2021). 

Ia mengatakan permintaan masyarakat itu merupakan hal yang wajar karena memang tertuang dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (ADART) Partai Golkar dan juga  Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, yaitu dalam pasal 78, bahwa kepala daerah dan /atau wakil wakil kepala daerah berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan.

Selanjutnya sesuai pasal 79 pemberhentian kepala daerah atau wakil kepala daerah sebagaimana dimaksud dalam pasal 78 ayat 1 huruf  a  dan huruf  b  serta ayat 2  huruf  a  dan huruf  b,  diumumkan oleh pimpinan DPRD dalam rapat paripurna dan diusulkan oleh pimpinan DPRD kepada Presiden melalui Menteri untuk Gubernur dan/atau wakil gubernur untuk mendapatkan penetapan pemberhentian.

Menyangkut mekanisme pergantian Wakil Gubernur Papua berdasarkan Undang-Umdang Nomor 10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas undang-undang nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota menjadi undang-undang, di dalam undang-undang ini, mekanisme pengisian jabatan yang lowong bila seseorang wakil kepala daerah, wakil gubernur atau wakil Bupati /wakil walikota berhenti atau diberhentikan. 

Sesuai pasal 176, dalam hal wakil Gubernur, Wakil Bupati dan Wakil Walikota berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan, pengisian wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan oleh DPRD provinsi atau DPRD Kabupaten/Kota berdasarkan usulan dari partai politik atau gabungan partai politik pengusung.

Selanjutnya, partai politik atau gabungan partai politik pengusung mengusulkan dua orang calon wakil gubernur , wakil bupati dan wakil walikota kepada dewan perwakilan rakyat daerah melalui gubernur, bupati atau walikota untuk dipilih dalam rapat paripurna DPRD.     

Masih pasal 176, dalam hal wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota berasal dari calon perorangan berhenti karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan, pengisian wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota dilakukan melalui mekanisme pemilihan masing-masing oleh DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota berdasarkan usulan Gubernur, Bupati dan Walikota.

Selanjutnya pengisian kekosongan jabatan wakil gubernur, wakil bupati dan wakil walikota dilakukan jika sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan terhitung sejak kekosongannya jabatan tersebut.

“Jadi ini sudah sesuai dengan aturan undang-undang di Negara ini serta Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga Partai Golkar sebagai Partai Pengusung Pak Klemen Tinal menjadi Wakil Gubernur Papua dan sepanjang menjadi aspirasi atau permintaan dari masyarakat. Jangan memandang ini sebagai setingan, dinasti politik keliru kalau berpikir seperti itu. Ini murni permintaan spontan masyarakat,” kata Yance.

Ia mengatakan Klemen Tinal berhalangan tetap dalam melaksanalan tugasnya sebagai Wakil Gubernur karena meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, bukan sebagai koruptor atau tersangka hukum.

Sehingga masyarakat sangat peduli dengannya dan menginginkan Yansen Tinal yang merupakan adik kandung Klemen Tinal mengisi jabatan Wakil Gubernur Papua.

“Tanggapan dan aspirasi masyarakat yang datang meminta Yansen Tinal mengisi jabatan Wakil Gubernur Papua ini wajar secara umum maupun secara politik. Ini murni permintaan masyarakat, permintaan keluarga, permintaan semua para pendukung dan pencinta Klemen Tinal sebagai ketua DPD Papua Partai Golkar yang aktif sampai saat ini, tapi juga sebagai Wakil Gubernur yg aktif dan dipanggil oleh Tuhan,” katanya.

Dia menyebutkan Negara harus melihat bahwa Klemen Tinal memang Negarawan yang bekerja untuk bangsa dan Negara sejak usia mudah.

“Usia 31 tahun  ia menjadi kepala daerah sampai saat ini,” ujarnya.

Menurutnya aspirasi masyarakat itu  akan dipertimbangkan partai dengan baik dan akan diplenokan menjadi satu buah rekomendasi.

“Pleno nanti yang dipimpin oleh Yansen Tinal sebagai ketua harian DPD Partai  Golkar Papua,” ujarnya.

Sementara DPR Papua akan melalukam sidang paripurna untuk upacara pemilihan wakil gubernur.

“Hampir semua pendukung, pencinta  Klemen Tinal menginginkan adiknya yang mengisi jabatan Wakil Gubernu Persoalan dia bisa atau tidak urusan nanti tapi ini kan aspirasi yang diserap,” ujar Yance. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar