Polisi Ada di Tiap Lampu Merah Timika, Yang Melanggar Ditindak Tegas

Bagikan Bagikan
AKP Roberth Hitipeuw (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Mulai saat ini, setiap pagi ratusan personel Polres Mimika akan ada di setiap lampu merah untuk melaksanakan kegiatan strong point.

Kabag Ops Polres Mimika, AKP Roberth Hitipeuw mengatakan, “strong point” ini sebagai bentuk pelayanan dari Polres Mimika bagi masyarakat pengguna kendaraan bermotor di titik rawan kecelakaan dan kemacetan.

Namun bukan hanya itu, giat “strong point” ini juga melihat adanya pelanggaran bagi setiap pengendara, baik yang tidak mengenakan helm maupun pelanggaran lainnya yang tidak sesuai aturan. Dengan demikian, mulai minggu depan, giat ini akan disertai tindakan tegas, baik penilangan ataupun penahanan kendaraan.

“Strong point ini bermaksud untuk penguatan di setiap titik yang dianggap rawan kecelakaan ataupun rawan kemacetan serta memperketat ketaatan berlalulintas pada pagi hari saat masyarakat memulai aktivitas. Untuk sementara kita hanya memberikan pemahaman bagi pengendara yang melanggar, tapi mulai Minggu depan itu akan ada tindak tegas,” kata AKP Roberth, Rabu (16/6/2021).

Dalam giat ini, ada 200 personel yang dibagi dua tim untuk ditugaskan pada hari Senin hingga Rabu dan lainnya untuk hari Kamis hingga Sabtu.

“Titik-titik rawan itu seperti di lampu merah persimpangan depan Katedral Tiga Raja dan beberapa persimpangan lainnya dalam wilayah kota. Intinya mulai dari Timika sampai ke mile 32,” ujarnya.

Hal ini juga disampaikan Kasat Lantas, Iptu Defrizal. Menurut dia, giat “strong point” merupakan program Bagian Operasional Polres Mimika. Namun untuk di Satlantas itu sudah menjadi operasi rutin dalam pelayanan kepada masyarakat saat pagi hari agar masyarakat lebih aman dan nyaman mengemudikan kendaraannya di jalan.

Sejak tanggal 14 Juni, bisa dilihat banyak anggota polisi yang melakukan “strong point” pagi pada titik-titik yang telah ditentukan Kapolres melalui Kabag Ops. Tentunya hal tersebut merupakan salah satu bentuk menghadirkan kembali negara di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman. Hal itu juga tertuang dalam program Nawa Cita oleh Presiden Jokowidodo. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar