PTFI Serahkan Sertifikat Kelulusan Program Apprentice IPN Angkatan Kedua

Bagikan Bagikan
Lulusan program Apprentice IPN foto bersama para instruktur dan jajaran pimpinan di IPN dan PTFI (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - PT Freeport Indonesia (PTFI) melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) melaksanakan penamatan dan penyerahan sertifikat kelulusan Program Apprentice angkatan ke-2 tahun 2021, yang berlangsung di ruang Serbaguna IPN, LIP - Kuala Kencana, Jumat (4/6/2021).

Sertifikat diserahkan oleh Soleman Faluk selaku pimpinan IPN bersama dengan perwakilan dari manajemen PTFI.

Pada kesempatan itu Soleman mengungkapkan, salah satu program PTFI melalui Institut Pertambangan Nemangkawi (IPN) yakni Apprentice. Program Apprentice adalah Program Pemagangan di lPN yang dirancang untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memperoleh pekerjaan, yang mencakup posisi kejuruan dan operator di lingkungan kerja PTFl dan perusahaan kontraktor.  Namun tidak ada jaminan bahwa mereka akan secara otomatis diterima bekerja dan juga tidak ada kewajiban untuk mereka harus bekerja di PTFI.

“Program Apprentice atau Pemagangan adalah program tiga tahun dimana tiga hingga empat bulan merupakan pelatihan di luar tempat kerja setiap tahun dan kira-kira delapan bulan dalam bentuk pelatihan di tempat kerja. lPN melaksanakan dan memonitor kedua metode pengembangan ini, sementara setiap siswa mengikuti modul-modul Program Pemagangan. Program Pemagangan IPN mematuhi peraturan Departemen Pertambangan dan Departemen Tenaga Kerja lndonesia,” terangnya.

Terkait dengan IPN, Soleman mengatakan bahwa institut tersebut telah hadir sejak 2003 dan telah memberikan kesempatan kepada lebih dari 40.000 putra-putri asli Papua untuk melaksanakan magang dalam Program Apprentice. Hingga saat ini, sekitar 70 persen lebih lulusannya telah menjadi karyawan PTFI, privatisasi dan kontraktor. Selebihnya ada yang berkarir sebagai Aparat Sipil Negara (ASN), wirausaha dan di perusahaan lain. Persentase tersebut, menurut Soleman, menunjukkan keberhasilan program Apprentice yang dilaksanakan oleh PTFI.

“Program Apprentice Angkatan ke-2 ini telah menerapkan komitmen komposisi 80% untuk dua suku (Suku Amungme dan Suku Kamoro) dan 20% untuk lima suku kekerabatan dan orang asli Papua lainnya. Ini merupakan suatu langkah positif dan komitmen nyata PTFI melalui IPN dalam upaya meningkatkan kualitas SDM Papua dan memberikan kesempatan kepada anak-anak dari dua suku pemegang ulayat dan lima suku kekerabatan, serta orang Papua lainnya untuk dapat bersaing dan sukses di dunia kerja. Selama program, siswa tidak dikenakan biaya apapun. PTFI melalui IPN menyediakan semua kebutuhan belajar siswa seperti uang saku, biaya transport, layanan kesehatan, perlindungan keselamatan, serta fasilitas pendukung belajar lainnya,” ujarnya.

Soleman berpesan kepada para peserta Apprentice yang menerima tanda kelulusan, agar para lulusan tetap menjaga nama baik dan menjalin hubungan atau komunikasi.

“Harapan dari IPN adalah jika kelak para lulusan ini telah menjadi bagian dari perusahaan, wirausaha atau pegawai pemerintahan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), agar tetap menjaga nama baik Institut Pertambangan Nemangkawi,” pesannya.

Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan untuk keberlanjutan serta keberhasilan dari program Apprentice ke depannya. Para lulusan IPN juga diharapkan agar dapat bekerja keras, berkembang, berkarya dalam dunia pekerjaan atau wirausaha sehingga menjadi kebanggaan bersama.

Disamping itu, Vice President Community Relations mewakili manajemen PTFI, Nathan Kum menyampaikan harapannya agar para lulusan IPN dapat fokus memperhatikan dan menyesuaikan diri dengan karir profesional dalam menghadapi gejolak dunia usaha. Salah satu karir profesional yaitu menaati peraturan yang ada dalam perusahaan agar dapat mencapai kesuksesan.

Menurut Nathan Kum, salah satu kunci sukses itu adalah disiplin waktu, disiplin menjalankan tugas dengan baik dan benar.

“Para lulusan Apprentice untuk terus meningkatkan pengetahuan, keahlian serta perilaku yang baik agar dapat berhasil dan menjadi kebanggaan Institut Pertambangan Nemangkawi serta perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu salah satu tokoh masyarakat, Leonardus Tumuka, yang turut hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PTFI dan IPN yang telah memfasilitasi anak-anak muda asli Papua melalui Program Apprentice ini.

Menurutnya hal ini harus ditanggapi baik oleh masyarakat yang mana dari program ini membuka kesempatan luas bagi anak-anak muda Papua untuk mengasah kemampuan dalam bersaing dengan anak-anak muda yang lain. Di samping itu program ini memberikan kesempatan yang baik bagi masyarakat asli Papua untuk bekerja di perusahaan, baik itu Freeport, kontraktor maupun privatisasinya.

Leo juga berpesan kepada anak-anak muda Papua untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin, membuktikan bahwa orang Papua juga bisa dan mampu bersaing secara baik.

Untuk diketahui, program Apprentice Angkatan ke-2 ini dimulai pada bulan Oktober 2019. Jumlah siswa peserta pada awal pembukaan program sebanyak 38 siswa dengan komposisi 80% (30 siswa) adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro, 8 siswa dari lima suku kekerabatan. Pada akhir bulan Maret tahun 2020 kegiatan program pelatihan sempat dihentikan sementara karena Pandemi Covid-19. Pada bulan Oktober 2020 program kembali dilanjutkan.

Dalam perjalanan, program pengembangan hingga akhir program, 10 siswa kini telah mendapatkan pekerjaan, 10 siswa dikeluarkan dari program karena masalah absensi dan mengundurkan diri, serta 18 siswa berhasil lulus. Tujuh siswa dari 10 siswa yang telah mendapatkan pekerjaan adalah dari suku Amungme dan suku Kamoro. 18 siswa yang mengikuti penamatan masing-masing terdiri dari jurusan Mechanic sebanyak 6 siswa, Operator 3 siswa, Welder 2 siswa, Electric 7 siswa, serta 6 di antaranya adalah siswa perempuan. Dari ke-18 siswa yang mengikuti penamatan ini, 16 siswa di antaranya telah dijadwalkan untuk interview di beberapa perusahaan kontraktor. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar