Rencana Honorer Akan Kembali di Kontrak, Sekda Mimika: Keputusan di Tangan Bupati

Bagikan Bagikan
(Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Sekretaris daerah (Sekda) Mimika, Michael Gomar mengatakan, sekitar 90 persen hasil asesmen dan kebutuhan honorer di setiap OPD telah diusulkan pimpinan OPD kepada tim TP2D.

Setelah semua pimpinan OPD melaporkan kebutuhan tenaga honorer, dan sebelum disampaikan kepada Bupati, tim akan melakukan asesmen terlebih dahulu sesuai dengan kebutuhan sehingga tidak ada penumpukan.

Pemkab Mimika rencananya akan kembali melakukan kontrak baru kepada honorer mulai 1 Juli 2021 dengan masa kontrak selama satu tahun dan dalam kontrak akan mengikat kedua belah pihak dimana berisi tentang waktu aktif kontrak, tugas dan tanggungjawab serta hak dan kewajiban hingga pemutusan hubungan kerja.

"Kontak kerja hanya berlaku satu tahun mulai tanggal 1 Juli 2021 hingga 1 Juli 2022 dan yang menjadi prioritas adalah Putra-Putri Amungme dan Kamoro, menyusul Papua lainnya dan non Papua," kata Gomar.

Kebutuhan honorer yang akan diusulkan kepada pimpinan daerah (Bupati) tentunya akan melihat dari kemampuan keuangan daerah.

Sekda sebut anggaran yang diperuntukan untuk membayar 3.567 honorer mencapai Rp 147 Miliar per tahun.

"Kalau tidak bisa memenuhi 147 itu, yah tentu kita harus mempertimbangkan itu, tapi semua keputusan ada di Tangan Bupati. Sebagai Sekda, saya hanya memberikan data dan telaah," ungkapnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar