‘Smart City’ di Mimika Terkendala Kurangnya Inovasi dan Tidak Terintegrasi Antar Semua Sektor

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob, S.Sos, MM. (Foto-SAPA/Jefri Manehat)

SAPA (TIMIKA)
Kabupaten Mimika merupakan salah satu dari 100 kabupaten/ kota yang masuk dalam program ‘smart city’ (kota cerdas) sejak tahun 2016 lalu.

 Namun untuk menuju ‘smart city’  masih ada kendala tidak terintegrasi pelayanan antar semua sektor OPD dan kurangnya inovasi- inovasi dari setiap OPD.

“Smart city mengharuskan kita untuk melakukan pelayanan sebaik- baiknya kepada masyarakat dan tidak membebani masyarakat, dengan memprogramkan kegiatan- kegiatan yang penuh inovasi disesuaikan dengan perkembangan saat ini,” kata Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S.Sos, MM  di Timika, Papua, Kamis (3/6/2021).

Ia mengatakan untuk menuju ‘smart city’ masih banyak hal yang harus dilakukan dan pemerintah juga akan terus melakukan evaluasi.

“Sudah ada banyak hal yang dilakukan sejumlah OPD untuk mendukung smart city seperti pelayanan online dalam mengurus administrasi kependudukan sehingga lebih memudahkan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan selain pelayanan online dalam pengurusan administrasi kependudukan (Adminduk), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) juga melakukan pelayanan jemput bola.

“Masyarakat yang ada di pedalaman saat ini tidak perlu jauh- jauh ke kota untuk mengurus Adminduk, karena Disdukcapil langsung melakukan pelayanan jemput bola ke setiap distrik di wilayah pedalaman. Sementara masyarakat yang ada di kota juga  bisa mengaksesnya atau mengurus Adminduk secara online,” paparnya.

John menyebutkan dengan adanya berbagai inovasi baru ini dalam kurun waktu satu setengah tahun, warga yang memiliki e-KTP dari cakupan 64 persen  meningkat menjadi 74 persen.

“Hal ini yang kita laporkan kepada Kementerian Kominfo pada saat evaluasi yang dilakukan hari ini. Tentunya kita akan terus melakukan terobosan- terobosan baru dan inovasi- inovasi baru dalam rangka pelayanan kepada masyarakat yang efektif, efesien dan tidak membuat beban masyarakat,” tuturnya.

John mencatat beberapa OPD dilingkungan Pemkab Mimika yang telah melakukan terobosan baru dengan memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan yakni Disdukcapil, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Kesehatan dan Badan Pendapatan Daerah. Ia juga berharap semua OPD yang ada di lingkungan Pemkab Mimika dapat melakukan inovasi- inovasi baru untuk mendukung ‘smart city’.

“Jadi jangan hanya OPD-OPD tertentu saja tapi semua OPD harus melakukan inovasi-inovasi baru untuk mendukung smart city,” pungkasnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar