TK Nangmora Berhasil Menamatkan 24 Murid Generasi Asli Suku Amungme

Bagikan Bagikan
Pengurus Yayasan Gerbang Terang Timur, guru-guru dan murid-muridTK Nangmora foto bersama di sela-sela acara wisuda (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - TK Nangmora yang beralamat di Jalan Agimuga, Mile 32 Distrik Kuala Kencana berhasil menamatkan 24 murid angkatan pertama dalam acara wisuda di sekolah tersebut, Jumat pagi (6/5/2021). 

Kegiatan wisuda ini hanya dihadiri 11 siswa bersama orang tua mereka, Ketua Yayasan Gerbang Terang Timur, Marlan Bisay, Pembina Yayasan, Araminus Omaleng, Ketua Klasis Tembagapura Gereja Kingmi, Obet Jawame dan sejumlah tamu undangan.

Seremoni wisuda itu ditandai dengan penyerahan buku raport dan ijazah secara simbolis yang dilakukan Ketua Yayasan Gerbang Terang Timur, Marlan Bisay kepada murid-murid.

Ketua Klasis Tembagpura Gereja Kingmi, Obet Jawame dalam sambutannya mengaku sangat bangga karena Sekolah TK Nangmora, dalam bahasa Amungme artinya sumber cahaya bisa membangun SDM generasi asli Amungme.

Dia berharap anak-anak Amungme bisa mengenyam pendidikan sampai ke tingkat perguruan tinggi sehingga dapat menghilangkan kesenjangan pendidikan yang ada di Tanah Amungsa.

“Yayasan Gerbang Terang Timur sudah mendirikan TK untuk anak-anak Amungme selanjutnya harus buka sekolah SD sampai SMA. Generasi Amungme harus punya semangat belajar, bersekolah sampai ke jenjang yang tinggi supaya bisa sukses di tanahnya sendiri,” ujarnya. 

Sementara perwakilan dari orangtua murid, Ruben Omaleng dalam sambutannya juga mengaku sangat bangga karena melihat anak-anak TK asli Amungme diwisuda pada kesempatan itu.

“Saya baru pertama kali lihat lembaga pendidikan tingkat TK khusus anak-anak Amungme dan semuanya diwisuda hari ini. Saya bangga dan terharu tapi sayang tidak semua murid dan orangtua hadir padahal ini merupakan sejarah,” ujarnya.

Sementara itu Pembina Yayasan Gerbang Terang Timur, Araminus Omaleng dalam sambutannya menyebutkan yang menjadi alasan ia membuka yayasan dan sekolah TK karena pengalaman hidupnya secara pribadi.

Ia menceritakan saat masa kecil dirinya tidak melewati sekolah TK karena tidak ada sekolah TK di Kampung Waa Banti Tembagapura waktu itu. Sehingga saat masuk SD ia merasa minder dengan teman-temannya yang lain.

Atas pengalaman itu ia tidak ingin generasi Amungme merasakan hal yang sama.

“Anak-anak perlu melewati sekolah di TK. Di sini mereka belajar, bermain bersama, kepercayaan diri mereka dibentuk, mereka lebih riang dan ceria tentunya sudah sangat siap masuk ke tingkat SD karena kita sudah mempersiapkan mereka dengan baik,” ujarnya.

Pada kesempatan itu ia berterimakasih kepada pengurus yayasan dan sekolah secara sukarela mengajar angkatan pertama yang ia sebut sebagai generasi emas.

“Generasi ini akan berkilau di atas Gunung Nemangkawi dan memiliki Karakter Kristus,” katanya.

Araminus berharap langkah yang sudah dibuatnya ini bisa diikuti kaum intelektual Amungme lainnya.

“Saya harap kaum intelektual Amungme setelah menamatkan kuliah bisa kembali membangun masyarakat dan komunitasnya sendiri,” pesannya.

Dia juga berterima kasih kepada orangtua yang mempercayakan anak-anaknya untuk dibina dan dididik di TK Nangmora.

“Mereka orangtua yang sangat luar biasa. Di samping kesibukannya mencari nafkah, mereka selalu setia mengantar dan menjemput anak selama sekolah, mereka memberikan dukungan penuh kepada anak dalam pendidikan mulai dari tingkat terendah,” ujarnya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar