Trifena Tinal Gandeng BUMN Gelar Sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di Mimika

Bagikan Bagikan

Peserta serius mengikuti kegiatan sosialisasi Program Integrasi Ekosistem Ultra Mikro di Rumah Aspirasi Trifena Tinal (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Dalam rangka meningkatkan akses layanan keuangan untuk segmen ultra mikro, Pemerintah akan membentuk suatu ekosistem finansial untuk segmen Ultra Mikro (UM), melalui Sinergi Ekosistem Sektor Ultra Mikro dari tiga perusahaan BUMN yakni PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT. Pegadaian ( Persero) dan PT. Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM.

Terkait dengan itu, Trifena M Tinal,BSC, anggota DPR RI Komisi VI Bidang Industri, Investasi dan Persaingan Usaha Dapil Papua, menggandeng BUMN dalam hal ini PT. BRI (Persero) dan PT. Pegadaian (Persero) melakukan sosialisasi program integrasi ekosistem ultra mikro di provinsi Papua yang dilaksanakan di Rumah Aspirasi Trifena Tinal di Jalan Hasanuddin, Timika, Papua, Jumat (4/6/2021).

Acara ini dibuka Trifena M Tinal, secara virtual. Sementara, sosialisasi ini melibatkan lebih dari 100 pelaku usaha mikro dan ultra mikro di Timika dari berbagai sektor, mulai dari perajut noken, peternak, serta pedagang sayuran, termasuk nelayan dari pesisir Poumako.

Trifena dalam arahannya sesaat sebelum membuka kegiatan mengatakan, salah satu masalah yang terpantau selama ini di sektor ultra mikro adalah para pelaku ultra mikro sulit untuk naik kelas, karena tidak memiliki keleluasaan untuk mendapatkan pembiayaan dari mayoritas institusi keuangan formal.

Dari 57 juta pengusaha ultra mikro yang ada di Indonesia, baru 20 persen yang saat ini dilayani oleh institusi keuangan formal.

Untuk itu, sinergi ekosistem tersebut bertujuan untuk mempercepat proses pemulihan ekonomi nasional terutama bagi pelaku usaha ultra mikro dan UMKM Ekosistem UMi dapat memberikan akses kredit secara komprehensif antara lain, pinjaman individu berbasis fidusia, pinjaman gadai, pinjaman berbasis kelompok dan pembiayaan berbasis transaksi.

Ekosistem ultra mikro juga akan memberikan akses simpanan, pembayaran, dan investasi kepada setiap nasabah.

Sementara itu, Fidelis Pirade, Asisten Manager Bisnis Mikro, BRI Cabang Timika, yang hadir sebagai narasumber dalam kesempatan tersebut mengatakan, beberapa fasilitas perbankan dapat dinikmati oleh pelaku usaha mikro, di antaranya Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dapat diakses tanpa agunan, sepanjang usaha tersebut memenuhi syarat, salah satunya sudah berjalan minimal enam bulan atau belum enam bulan tetapi usaha itu benar-benar ada berdasarkan hasil survei dari petugas bank.

Dijelaskan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah kredit atau pembiayaan modal kerja atau investasi kepada debitur perseorangan maupun badan usaha atau kelompok usaha yang produktif dan layak namun belum memiliki agunan.

Karena itu, UMKM yang diharapkan dapat mengakses KUR adalah yang bergerak di sektor usaha produktif antara lain pertanian, perikanan dan kelautan, perindustrian, kehutanan, dan jasa keuangan simpan pinjam. Penyaluran KUR dapat dilakukan langsung.

"Kalau usahanya baru mau dimulai, nanti ibu-ibu akan mendapat pendampingan dari petugas, bagaimana bisa mengakses bank. Syarat administrasi paling ya KTP, KK, keterangan akta nikah," terangnya.

Sedangkan Budi Indra, Pimpinan Usaha Mikro Pegadaian Timika yang juga menjadi salah satu narasumber mengatakan, PT Pegadaian juga terus membantu perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang belum pernah mendapatkan fasilitas kredit dari Perbankan (unbankable) melalui KUR.

Dalam mendukung keberlangsungan dan pengembangan Usaha Ultra Mikro dan UMKM, PT Pegadaian (Persero) memberikan fasilitas berupa pembiayaan dalam produk Kreasi UMi yang berbasis fidusia, serta KCA-Rahn UMi yang berbasis gadai.

Dari pantauan media Salam Papua, para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sesi tanya jawab, sejumlah mama-mama mengaku sangat senang, lantaran selama ini sangat sulit meningkatkan usaha karena terkendala modal.

Melalui sosialisasi tersebut, peserta mengetahui kemudahan dalam memperoleh tambahan modal.

Marthina, perajut noken, mengatakan, selama ini sulit untuk meningkatkan kualitas noken karena tidak memiliki modal, sementata tuntutan pasar adalah kualitas dan variasi atau ragam pilihan noken.

"Kami berterima kasih kepada ibu Trifena serta kepada bank (BRI Cab. Timika, Red) dan pegadaian. Kami harap setelah ini kami benar-benar bisa lebih maju dan meningkatkan ekonomi keluarga," katanya. (Yosefina)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar