Wasit Asal Timika, Theysa Nohany Siku: Saya Ingin Mengharumkan Nama Papua di Mata Internasional

Bagikan Bagikan

Theysa Nohany Siku (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Theysa Nohany Siku, Wasit pertandingan basket asal Timika, Papua ini bertekad tampil di Laga Internasional mengikuti jejak sukses Harja Jaladri, yang sudah malang melintang di basket internasional.

Lulusan dari SMK Negeri 1 Kuala Kencana ini sudah memegang lisensi B1 untuk jabatan wasit.

Lisensi ini sejatinya sudah cukup bagi Theysa untuk bisa memimpin laga-laga seperti PON dan kompetisi olahraga bola basket tingkat nasional. 

“Saya ingin mengharumkan nama Papua di mata internasional, bisa jadi wasit di pertandingan tingkat internasional. Saya ingin mengikuti jejak para senior seperti mas Harja Jaladri,” ucap Theysa saat ditemui Salam Papua di Waanal Coffee and Resto pada Rabu (9/6/2021) lalu.

Gadis kelahiran Timika 11 November 2000 ini sudah banyak memimpin pertandingan basket.

Ia pernah memimpin pertandingan basket dalam ajang Kejuaraan Daerah (Kejurda) Papua di Timika.

Selain itu, dirinya juga telah banyak memimpin sparing antar komunitas di Jakarta dan beberapa kali memimpin liga Indonesian Basketball League (IBL) yang merupakan liga profesional.

Awalnya ia menjadi pemain basket saat duduk di SMA, hanya saja karena mengalami kecelakaan lalu lintas sehingga ia tidak lagi bermain basket.

Kemudian dari Perbasi Mimika mengadakan penataran wasit serta ia mengikuti kegiatan itu dan resmi jadi wasit tahun 2019 lalu.

“Saya resmi jadi wasit itu tahun 2019 dengan lisensi awalnya C dan pada tahun itu ada Kejurda Papua, saya yang jadi wasit. Setelah itu saya ke Jakarta mengejar jam terbang kemudian ambil lagi lisensi B2 di Pati Jawa Tengah, lalu ambil lisensi B1 di Cirebon. Dalam mengambil lisensi ini saya mengikuti tes fisik dan materi,” ujarnya.

Ia mengatakan, menjadi wasit berarti harus bertanggung jawab terhadap keputusan yang diambil di dalam lapangan.

“Dalam membuat keputusan wasit harus tegas, ya tetap ya, tidak tetap tidak. Kalau ada pemain yang protes itu sudah jadi resiko, tinggal bagaimana kita bisa memberi penjelasan yang tepat sesuai aturan dalam pertandingan,” sebutnya.

Gadis manis berdarah campuran Flores dan Toraja yang berencana masuk di Perguruan Tinggi dalam tahun ini bahkan harus mendengarkan kata-kata kasar dari pemain yang ditujukan untuknya.

“Kadang saya dibilang goblok, tapi seperti resiko jadi wasit. Jadi mental kami sudah dilatih menghadapi resiko semacam itu,” kata Thesya. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

1 komentar:

  1. Ayoo.. Kunjungi dan bergabung bersama Dupa88E titik com sarana slot Game online dan sportsbook yang memberikan kenyamanan buat para maniac gamers.!! Bonus bonus yang menakjubkan selalu di persiapkan
    untuk teman teman yang ingin bergabung bersama kami, yuks.. jangan buang waktu segera buktikan kalau Dupa88E titik com paling best ya guys...

    BalasHapus