52 Tenaga Medis Kota Sorong Terpapar COVID-19

Bagikan Bagikan

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Ruddy Rudolf Lakku. (Foto-Antara)

SAPA (SORONG)
- Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat menyatakan 52 tenaga medis yang bertugas di daerah setempat terpapar COVID-19. 

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Ruddy Rudolf Lakku di Sorong, Jumat mengatakan terpaparnya 52 tenaga medis tersebut  seiring meningkatnya penyebaran COVID-19. 

  Ke-52 tenaga medis yang terpapar COVID-19  itu terdiri dari 35 orang bertugas di Puskesmas dan 17 orang bertugas di rumah sakit. 

Para tenaga medis yang terpapar COVID-19 tersebut sebagian melakukan isolasi mandiri di rumah dan ada pula di rumah sakit. 

Ruddy menghimbau kepada masyarakat agar disiplin menerapkan protokol kesehatan membantu pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 sebab banyak tenaga medis yang terpapar COVID-19. 

Hilangkan pandangan bahwa virus corona sudah tidak ada sebab hasil pemeriksaan laboratorium masih ada masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 serta 52 tenaga medis terpapar menunjukkan virus masih ada. 

"Mari kita terapkan protokol kesehatan yakni rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, jaga jarak dan hindari kerumunan demi melindungi diri dan keluarga dari penyebaran COVID-19," tambah dia. 

Total kasus COVID-19 Kota Sorong jadi 3.412

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Provinsi Papua Barat, menyebutkan ada penambahan 35 pasien positif COVID-19 sehingga jumlah menjadi 3.412 kasus. 

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium terhadap 35 spesimen menunjukkan semuanya terkonfirmasi positif COVID-19," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kota Sorong, Ruddy Rudolf Lakku di Sorong, Jumat. 

Selain pasien positif baru, menurut dia, dalam pekan ini ada 30 pasien yang dinyatakan sembuh sehingga total pasien sembuh sebanyak 3.269 orang. 

Menurut dia, hingga saat ini sudah 64 orang warga kota Sorong yang meninggal dunia akibat COVID-19. 

Diharapkan masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Hilangkan pandangan bahwa virus Corona sudah tidak ada sebab hasil pemeriksaan laboratorium masih ada masyarakat yang terkonfirmasi positif COVID-19 menunjukkan virus masih ada. 

Dikatakannya, meskipun program vaksinasi sudah dilakukan, namun warga tetap harus disiplin menjalankan protokol kesehatan guna menghindari penularan penyakit itu. 

"Penanganan dan pencegahan penyebaran virus corona baru adalah tanggung jawab bersama. Rajin cuci tangan, selalu gunakan masker, serta menerapkan pola hidup sehat demi melindungi diri dan keluarga," demikian Ruddy Rudolf Lakku. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar