Bupati Omaleng: Mimika Akan Lockdown Tanggal 7 Agustus – 7 September 2021

Bagikan Bagikan
Suasana rapat evaluasi pencegahan penyebaran Covid-19 Mimika di Hotel Grand Mozza (Foto:SAPA/Yosefina)

SAPA (TIMIKA) - Kabupaten Mimika kini menjadi zona merah peningkatan kasus Covid-19 sehingga Bupati Mimika, Eltinus Omaleng mengatakan pelaksananaan Konferensi Sinode Kingmi ke-XI yang rencananya akan dilaksanakan pada 26 sampai 29 Juli 2021, Pesparawi se-Tanah Papua ke-XIII yang rencananya dilaksanakan pada 30 Oktober sampai 6 November 2021, dan PON ke-XX yang rencananya akan dilakukan pada 2 Oktober sampai 15 Oktober 2021 tidak mungkin bisa dilakukan.

“Menyangkut konferensi Sinode Kingmi, Pesparawi ke XIII dan PON 2020 yang rencananya akan dilakukan di Mimika dengan kondisi yang ada seperti ini tidak dimungkinkan,” ungkap Omaleng usai rapat evaluasi pencegahan penyebaran Covid-19 di Hotel Grand Mozza Timika, Rabu (21/7/2021).

Ia mengatakan, pihaknya akan menyurati Presiden Joko Widodo melalui Gubernur Papua, Lukas Enembe terkait hal tersebut.

“Kita akan surati Presiden melalui Gubernur untuk mempertimbangkan hal ini,” katanya.

Dalam rapat tersebut, lanjut dia, juga mengevaluasi Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro yang dilaksanakan sejak tanggal 7 sampai tanggal 21 Juli ini.

Sebenarnya PPKM ini rencananya dilakukan selama satu bulan namun mengingat peningkatan kasus Covid-19 yang cukup tinggi, dan kematian akibat terpapar Covid-19 juga meningkat sehingga akan dilakukan lockdown mulai 7 Agustus sampai 7 September 2021.

Untuk itu Bupati Mimika mengimbau agar seluruh masyarakat Mimika mempersiapkan segala sesuatunya termasuk persediaan berbagai kebutuhan saat lockdown sehingga nantinya lockdown ini tidak dipermasalahkan.

“Kita lihat perkembangan Covid-19 di Mimika ini meningkat. Di rumah sakit persediaan obat berkurang, oksigen sudah habis, tempat tidur sudah penuh  jadi agenda pertama Bulan Agustus ini mulai tanggal 7 Agustus sampai 7 September kita akan lockdown. Sehingga masyarakat harus siap termasuk kebutuhan ekonomi sehingga nanti tidak ada ribut-ribut karena Mimika sudah zona merah,” ujarnya.

Sementara itu Bupati Puncak Willem Wandik yang juga sebagai Ketua Konferensi Gereja Kingmi se Tanah Papua ke XI mengatakan, dengan kondisi seperti saat ini Konferensi Gereja Kingmi tidak mungkin bisa dilaksanakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

“Bukan kita tidak mau laksanakan tapi karena situasi Covid-19 ini sehingga tidak bisa dilaksanakan sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kalau kasusnya sudah menurun baru kita bisa laksanakan,” kata Wilem.

Pantauan Salam Papua, rapat evaluasi itu dihadiri juga oleh pimpinan-pimpinan SKPD Pemkab Mimika dan unsur Forkopimda Kabupaten Mimika dan Kabupaten Puncak. (YOSEFINA)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar