Freeport Bantah Karyawan di-PHK Karena Tolak Vaksin, Riza Pratama: Mereka Demo Dengan Cara yang Tidak Baik!

Bagikan Bagikan

Aksi penolakan vaksin oleh sekelompok karyawan PTFI beberapa waktu lalu di Tembagapura. (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) – 33 karyawan PT. Freeport Indonesia (PTFI) di Tembagapura mengaku telah di-PHK manajemen lantaran melakukan aksi penolakan vaksinasi covid-19.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi C DPRD Mimika, Martinus Walilo. Menurut dia, pihaknya telah menerima laporan dari puluhan karyawan tersebut, sehingga sebagai tindak lanjutnya, komisi C berencana akan mengundang manajemen PTFI.

“Sudah ada laporan ke kami. Mereka minta agar kami undang manajemen Freeport untuk menindaklanjuti. Mereka mengaku di-PHK lantaran menolak divaksin,” kata Martinus, Selasa (13/7/2021).

Dia menjelaskan bahwa manajemen tidak harus mem-PHK karyawannya lantaran menolak untuk divaksin.

“Siapa saja berhak menolak untuk divaksin berdasarkan UU kesehatan nomor 36 tahun 2009. Manajemen harus memastikan kondisi kesehatan para karyawannya, jika terjadi penolakan harus ada solusi bagi mereka dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” katanya.

Hal ini pun langsung dibantah Vice President Corporate Communication PTFI, Riza Pratama. Riza mengaku puluhan karyawan tersebut hanya diturunkan ke luar daerah operasi.

Hal itu pun dilakukan di luar konteks penolakan vaksin, tetapi karena mereka melakukan demo dengan cara pemalangan jalan dan yang lainnya.

“Sejak awal PTFI tidak pernah mengharuskan karyawan untuk divaksin, tetapi hanya menganjurkan. Namun, kemudian cara sekelompok karyawan ini mendemo merupakan hal yang tidak baik. Kita sudah sampaikan bahwa demo itu bukan jalan yang baik karena itu mengganggu operasional pertambangan,” ungkap Riza saat dihubungi via telepon.

Lebih lanjut ia juga mengatakan, saat ini tetap mengikuti ketentuan dari pemerintah. Dengan demikian, setiap karyawan yang hendak turun ke Timika harus divaksin.

“Karyawan yang turun harus divaksin itu bukan hanya dari manajemen saja, tapi karena itu memang anjuran Pemerintah,” ujarnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar