Jawab Keluhan Masyarakat, Dishub Mimika Bangun Dua Bundaran di Jalan Yos Sudarso

Bagikan Bagikan
Pembangunan bundaran sementara di Jalan Yos Sudarso Timika (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Mimika membangun dua bundaran di Jalan Yos Sudarso yaitu di persimpangan jalan Yos Sudarso penghubung ke Koperapoka dan ke Serui Mekar serta di persimpangan penghubung jalan Busiri dan Leo Mamiri.

Pembangunan bundaran ini guna menjawab keluhan masyarakat yang merasa kesulitan atas pemberlakuan satu arah di jalan Budi Utomo.

Selain itu, juga sebagai tindak lanjut RDP bersama Komisi C DPRD Mimika, dimana dewan meminta agar median jalan di perempatan Yos Sudarso, Serui mekar dan Koperapoka harus dibuka. Namun mengingat di titik itu rawan kecelakaan, maka dari Dishub mengharuskan adanya bundaran.

“Bundaran ini sementara karena kita di Dishub belum ada anggaran. Ini sebagai tindaklanjut atas RDP bersama DPRD yang juga sebagai jawaban atas keluhan masyarakat. DPR minta supaya median jalan dibuka dan kita setuju dengan rekomendasi harus ada bundaran,” ungkap Kepala Dinas Perhubungan Mimika, Jania Basir saat memantau pembangunan bundaran, Kamis (22/7/2021).

Menurut Jania, adanya bundaran ini tentunya dapat menghambat laju kendaraan agar bisa mengurangi dampak kecelakaan.

Pada bundaran itu pun tidak bisa dibangun traffic light, lanjut dia, karena jaraknya dengan traffic light persimpangan jalan Bougenville dan Pendidikan terlalu dekat, sehingga bisa memicu penumpukan kendaraan.

“Bundaran ini fungsinya sama dengan bundaran di Timika Indah. Adanya bundaran ini sangat membantu dan sudah menjawab keluhan  masyarakat,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mimika, Dominggus R.H. Mayaut,S.T.,M.Si mengatakan bahwa memang harus ada solusi atas berlakukannya satu arah di jalan Budi Utomo. Sebab, menurut dia, mengurai arus lalulintas yang padat tidak harus dua jalur, kerena dua jalur harus mengeluarkan anggaran yang besar dan semua bangunan yang ada di pinggir kiri dan kanan harus digusur.

“Bundaran ini sebagai solusi dan sebagai upaya menata arus lalulintas. Pemberlakuan jalur satu arah itu bukan sesuatu yang haram atau langka, tetapi itu biasa dalam mengelola traffic light dalam mengurai arus lalulintas,” tutur Robert.

Upaya inipun mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Mimika, Tansil Azhari. Menurut dia, upaya penguraian lalulintas dengan membangun bundaran sesuatu yang brilian yang dilakukan pemerintah.

“Ini sangat bagus dan brilian. Bagaimanapun Mimika harus ditata dengan baik khususnya pengaturan lalulintasnya,” tuturnya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar