Karena Covid-19, Retribusi Pajak Mangrove Mimika Seminggu Hanya Capai Rp 3 Juta

Bagikan Bagikan
Pariwisata Hutan Mangrove Kabupaten Mimika (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika, Daniel Orun mengungkapkan pendapatan retribusi pajak pariwisata hutan Mangrove terus menurun lantaran terdampak situasi covid-19.

Daniel yang ditemui di ruang kerjanya, pada Selasa (13/7/2021) mengatakan, pada awal Pariwasata Hutan Mangrove di Area Pelabuhan Perikanan Poumako tersebut dibuka secara resmi banyak sekali pengunjung yang datang.

Banyaknya pengunjung tersebut berdampak pula pada retribusi pajak pengunjung.

"Awalnya dalam seminggu retribusi pajak pengunjung termasuk parkir mencapai Rp 6 juta, tapi karena dengan situasi (Covid-19) saat ini pengunjung mulai berkurang dan retribusi juga hanya berkisar Rp 3 juta dalam seminggu," ungkap Daniel.

Bagi yang berkunjung ke tempat Pariwasata Hutan Mangrove dikenakan biaya Rp 10.000 bagi dewasa dan Rp 5.000 bagi anak-anak, sementara pajak parkir motor sebesar Rp 1.000, mobil Rp 2.000 dan bus 3.000.

Di sisi lain, menurut dia, pada tahun 2021 Dinas Pariwisata, Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Mimika belum memberikan target capaian pendapatan dari Pariwasata Hutan Mangrove.

"Targetnya kita belum ada, karena kita baru memulai apalagi dengan kondisi sekarang ini, jadi berapapun pendapatan kita itulah yang akan kita berikan," ujarnya.

Dia menambahkan, selain hutan Mangrove, Pemkab Mimika melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga juga bekerjasama dengan Maksimus Tipagau dalam proses mengembangkan Pariwasata di Keakwa.

"Atas kerjasama itu, ada belasan home stay sudah dibangun dan masyarakat bisa menginap jika ingin berkunjung ke sana, tapi disana belum dibuka secara resmi," tutupnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar