Komitmen Jaga Keamanan Bersama, Di Banti Juga Butuh Puskesmas dan Tenaga Guru

Bagikan Bagikan
Foto bersama usai konsilidasi bersama terkait komitmen penjagaan keamanan dan pembangunan masyarakat di Banti (Foto:Istimewa)

SAPA (TIMIKA) - Kapolsek Tembagapura, Iptu Manase Sayori,SE mengaku telah membangun komitmen bersama semua anggotanya, TNI, Satgas, Manajemen PT. Freeport Indonesia (PTFI) dan masyarakat untuk kerja bersama dalam berbagai hal termasuk menjaga keamanan.

Ia mengatakan, sejak menjabat selaku Kapolsek Tembagapura, langsung melakukan konsolidasi internal bersama semua anggota, selanjutnya bersama TNI dan Satgas, manajemen PTFI serta masyarakat.

Dalam konsilidasi ini, semua pihak bersama-sama berkomitmen agar khusus di wilayah Tembagapura harus aman. Kerjasama itu dimulai dari mile 50, Grasberg sampai ke kampung Banti. Dalam hal ini, apa yang bisa dilakukan untuk pengamanan PTFI bisa dilakukan bersama. Demikian juga apa yang harus dilakukan untuk masyarakat, juga dilakukan secara bersama-sama.

“Saya telah melakukan konsilidasi bersama TNI, manajemen PTFI dan masyarakat. Itu gencar saya lakukan. Puji Tuhan apa yang saya sampaikan diterima dengan baik dan sangat mensupport,” kata Iptu Sayori, Rabu (7/7/2021).

Untuk di internal manajemen dan areal pertambangan PTFI, sejauh ini tidak ada masalah. Namun, pasca terjadinya kontak senjata tahun lalu, hingga saat ini pelayanan bagi masyarakat di Banti dan sekitarnya menjadi kurang maksimal, sehingga diharapkan agar Pemkab Mimika turut hadir.

Menurut dia, meski saat ini layanan kesehatan bagi masyarakat Banti telah berjalan, akan tetapi Dinas Kesehatan perlu membangun Puskesmas dan menempatkan tenaga Dokter, mengingat Rumah Sakitnya telah dibakar.

“Saya selaku Kapolsek dan Kepala Distrik sudah koordinasi dengan Dinkes Mimika dan itu semua sudah direspon oleh Dinkes. Jadi sekarang di tiap Minggunya ada tenaga kesehatan yang hadir secara bergantian enam-enam orang untuk melayani masyarakat. Rata-rata masyarakat di sana terkena malaria. Saya sudah sampaikan kepada tenaga kesehatan tertua di Banti supaya dia diskusikan ke Kepala Dinkes atau Bupati, supaya bisa bangun Puskesmas. Itu bukan Pustu lagi, tapi Puskesmas,” ujarnya.

Selain itu, yang benar-benar harus diperhatikan saat ini adalah terkait sekolah. Dinas Pendidikan Mimika perlu berupaya agar aktivitas sekolah di Banti harus dilaksanakan agar masa depan generasi muda di Banti terselamatkan.

“Saya harus bicara dengan Kepala Dinas Pendidikan soal ini. Tidak ada lagi kata tidak aman, tapi kita harus komitmen semuanya aman. Di wilayah Banti ada TNI, Polisi dan Brimob yang jaga ketat. Ada tiga pos pengamanan di sana. Memang saat ini untuk sekolah sementara libur, tetapi kalau sudah selesai libur maka guru-guru harus ditugaskan ke sana,” katanya. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar