Laporan PHK Sepihak di RS Tjandra Masih Bergulir, Disarankan Hak Karyawan Rp 40 Juta Dibayar

Bagikan Bagikan

Petugas apoteker saat mengadu ke Polsek Miru bulan April lalu (Foto:SAPA/Acik)

SAPA (TIMIKA) – Kasus Dugaan PHK secara sepihak yang dilaporkan salah seorang tenaga apoteker di RS Tjandra saat ini masih bergulir.

Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengatakan bahwa mengeluarkan putusan PHK tidak semudah yang terjadi, sehingga pihaknya pun terus mendalami laporan tersebut.

Menurutnya, harus didalami apakah ketika di-PHK karyawan terkait dalam posisi habis masa kontrak atau tidak melaksanakan fungsi sesuai bidangnya?

“Belum ditingkatkan dan masih kita dalami. Yang melapor itu merupakan tenaga apoteker,” kata AKP Hermanto, Selasa (13/7/2021).

Dijelaskan, untuk persoalan ini belum mengarah ke tindak pidana, sehingga pihaknya melibatkan Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) guna mengetahui apakah laporan ini merujuk pada pemberian pesangon atau berupa kompensasi.

Disnaker juga telah mempertemukan kedua belah pihak dan disarankan agar pihak RS Tjandra memberikan hak-hak karyawan terkait dengan jumlah kurang lebih Rp 40 juta. Namun, pihak RS mengaku tidak akan membayarnya.

“Yang ditagih pelapor dalam persoalan ini adalah terkait hak-haknya. Disnaker sudah lakukan pertemuan bersama kedua belah pihak. Di Disnaker itu ada PPNS,” katanya.

Dugaan PHK sepihak ini pertama kali diadukan ke Polsek Mimika Baru tanggal 6 April 2021 dan kemudian diarahkan agar dilaporkan ke Polres Mimika dan Disnakertrans. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar