Mimika Berlakukan PPKM Berskala Mikro Mulai Hari Ini, Aktivitas Dibatasi Sampai Jam 6 Sore

Bagikan Bagikan

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang juga ketua Satgas Covid-19 menandatangani kesepakatan bersama terkait PPKM berskala Mikro (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kabupaten Mimika menyepakati seluruh aktivitas di Mimika dibatasi mulai jam 06.00 WIT (pagi) hingga pukul 18:00 WIT, berlaku tanggal 7 Juli 2021 hingga tanggal 7 Agustus 2021.

Hal ini berdasarkan keputusan bersama Nomor 443.1/476 tentang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kabupaten Mimika.

Wakil Ketua 3 Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika, Michael Gomar mengatakan, kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika cukup menguatirkan masyarakat. Berdasarkan hasil evaluasi, Satgas mengambil keputusan untuk memberlakukan PPKM berbasis mikro.

Dengan adanya pembatasan tersebut, semua aktivitas masyarakat, perkantoran, fasilitas publik, tempat perbelanjaan dibatasi mulai jam 6 pagi sampai 6 sore terkecuali pelayanan esensial.

"Semua fasilitas publik, perkantoran, pertemuan, pernikahan dibatasi hanya 50 persen jumlahnya," ungkap Gomar.

Tambahnya, segala bentuk kegiatan pemerintahan dalam hal ini Bimtek ataupun Diklat di luar daerah  dihentikan sementara waktu.

Bagi pelaku perjalanan keluar Timika maupun masuk Timika wajib mengantongi hasil PCR negatif dan memiliki sertifikat vaksin minimal tahap pertama.

Sementara bagi pelaku perjalanan antar Papua wajib mengantongi hasil rapid antigen negatif.

Dengan adanya pembatasan aktivitas tersebut, sekolah di Mimika tetap melakukan aktivitas belajar mengajar secara daring.

"Mimika sengaja lakukan awal meskipun belum ada surat edaran dari Provinsi Papua. Kita belajar dari pengalaman sebelumnya, karena keterlambatan pembatasan kasus langsung melonjak sehingga kita tidak bisa atasi, dan hari ini kita mengambil langkah lebih cepat," terangnya.

Keputusan bersama tersebut akan di evaluasi kembali secara berkala.

Disamping itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengatakan bahwa pembatasan ini agar masyarakat mau divaksin.

Menurutnya, langkah yang diambil Satgas Covid-19 tersebut untuk mengantisipasi masuknya varian baru yakni varian Delta di Kabupaten Mimika.

"Apa yang telah ditetapkan oleh Satgas Covid-19 kita berharap ada kerjasama dari masyarakat untuk bisa menekan penyebaran Covid-19 di Mimika," jelasnya.

Sebelumnya Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang juga selaku ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika meminta tim gabungan untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelumnya kesepakatan bersama tersebut diberlakukan kepada masyarakat agar masyarakat dapat mengetahui.

Bupati juga sampaikan, semua kegiatan OPD yang berkaitan dengan Bimtek dan perjalanan dinas di alokasikan untuk penanganan Covid-19.

"Kita lakukan pembatasan selama 1 bulan. Jika pembatasan ini tidak juga membuahkan hasil, maka kita perketat lagi dengan melakukan lock down selama satu bulan, dan lock down juga tidak buahkan hasil maka kita lepas masker saja," kata Bupati Omaleng.

Ia meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika percepat vaksinasi kepada masyarakat, setidaknya setengah dari 330 ribu masyarakat Mimika yang terdata harus divaksin.

Bupati pastikan jika kasus Covid-19 di Kabupaten Mimika tidak bisa ditekan maka pelaksanaan 3 event di Mimika tidak akan dilaksanakan. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar