OKIA Minta Kontrak Baru Prioritaskan Honorer Amor, Jika Tidak Diakomodir Ancam Duduki Kantor Puspem Mimika

Bagikan Bagikan

Perwakilan OKIA menyerahkan Pernyataan kepada Sekda Mimika, Michael Gomar (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Organisasi Kaum Intelektual Amungme dan Kamoro (OKIA) siap kawal kebijakan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng untuk memprioritaskan tenaga honorer Amungme dan Kamoro (Amor).

Hal tersebut disampaikan kaum intelektual yang tergabung dalam OKIA pada saat melakukan tatap muka bersama Sekda Mimika, Michael Gomar di Puspem Kabupaten Mimika, Jalan Poros Kuala Kencana-SP3, Senin (5/7/2021).

Juru Bicara OKIA, Simon Kasamol kepada wartawan mengatakan, OKIA mengapresiasi Bupati Mimika, Eltinus Omaleng yang memprioritaskan honorer Amungme dan Kamoro dalam kontrak baru yang akan dilaksanakan berdasarkan asesmen dan kebutuhan di setiap OPD.

"Kita akan pastikan kebutuhan honorer di lingkungan Pemkab Mimika, honorer Amungme dan Kamoro harus diprioritaskan," ujarnya.

Sambungnya, sebagai bentuk pengawalan OKIA terhadap kebijakan Bupati Mimika, OKIA mengusulkan 600 honorer Amungme dan Kamoro untuk diangkat kembali sebagai honorer.

"600 yang kita usulkan merupakan data anak-anak Amungme-Kamoro yang statusnya adalah honorer di lingkungan Pemkab Mimika. Kita akan kawal sehingga kebijakan Bupati Mimika yang memprioritaskan anak-anak Amungme dan Kamoro bisa terlaksana," ujarnya.

Adapun pernyataan sikap OKIA yang disampaikan kepada Pemkab Mimika dalam pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Kami honorer Amungme dan Kamoro sangat mengharapkan agar seluruh data honorer Amungme dan Kamoro wajib dan harus terakomodir sesuai dengan data yang telah diserahkan kepada Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia.

2. Kami honorer Amungme dan Kamoro sangat berharap Sekda Mimika sebagai penanggungjawab administrasi pemerintahan agar melakukan fungsi control kepada BKPSDM dalam menganalisa jabatan setiap honorer Amungme dan Kamoro.

3. OKIA mendesak Pemkab Mimika segera mengaktifkan kembali tenaga honorer lantaran honorer yang dirumahkan betul-betul terkena dampak.

4. Jika permintaan tersebut tidak terakomodir, OKIA juga mengancam akan menduduki kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika untuk mengeskalasi masa seluruh tenaga honorer untuk menuntut keadilan dan keberpihakan kepada honorer Amungme dan Kamoro serta honorer Papua pada umumnya.

Sementara itu, Sekda Mimika, Michael Gomar meminta agar OKIA percayakan pada tim TP2D, karena pada dasarnya asesmen kebutuhan honorer di lingkungan Pemkab Mimika tetap memprioritaskan honorer Amungme dan Kamoro sebagaimana sesuai dengan kebijakan Bupati Mimika.

"Prioritas honorer Amungme dan Kamoro merupakan Kebijakan Bapak Bupati, dan tentunya tim TP2D yang melakukan asesmen terhadap usulan pimpinan OPD juga berdasarkan kebijakan tersebut," ujar Sekda.

Gomar mengaku tim TP2D segera menyelesaikan dan menyiapkan validasi data honorer untuk disampaikan kepada pimpinan.

"Setelahnya akan mulai dilakukan penandatanganan kontrak baru, dan untuk tanda tangan kontrak baru ini juga akan bertahap. Didahulukan Amungme-Kamoro, menyusul Papua lainnya dan honorer Non-Papua," ujarnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar