Pangdam Cenderawasih Ikuti "Pray From Home" Bersama Presiden Joko Widodo Secara Virtual

Bagikan Bagikan

Pangdam XVII-Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono MA mengikuti -Pray From Home- secara virtual bersama Presiden Joko Widodo. (Foto-Antara)

SAPA (JAYAPURA)
- Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Ignatius Yogo Triyono mengikuti kegiatan "Pray From Home" atau berdoa bersama dari rumah secara virtual bersama Presiden RI Joko Widodo, bertempat di Makodam XVII/Cenderawasih, Minggu. 

Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas yang mengatakan, kegiatan doa bersama dari rumah dilaksanakan secara serentak dan diikuti seluruh lembaga Negara, jajaran Kementerian Kabinet Indonesia Maju, TNI-Polri, gubernur, bupati dan wali kota serta komponen masyarakat Indonesia. 

"Perlu kami laporkan  tanggal 10 Juli 2021 telah dilaksanakan "Heningkan Cipta Indonesia" yang bertujuan untuk mengenang tenaga kesehatan, pemuka agama, guru, dosen, pegawai negeri dan karyawan, pejabat publik, TNI-Polri, aktivis kemanusiaan, pemuda dan warga masyarakat serta orang-orang tercinta yang telah wafat karena pandemi COVID-19,"ungkap Menteri Agama. 

Di tengah pandemi COVID-19, Kementerian Agama ingin mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk senantiasa berdoa sesuai keyakinan masing-masing agar Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat, ampunan dan perlindungan kepada Bangsa Indonesia dan seluruh umat manusia. 

"Dalam agama diajarkan bahwa doa adalah senjata orang yang beriman, doa adalah belahan jiwa dan doa adalah optimisme dalam kehidupan, semoga kejadian luar biasa ini bisa segera berakhir,"harap Menteri Agama. 

Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, saat ini bangsa Indonesia dan masyarakat seluruh dunia masih terus berjuang untuk bebas dari pandemi COVID-19. 

Dikatakan Presiden, penyebaran virus masih terus terjadi maka pemerintah tidak dapat bekerja sendirian, tidak bisa menyelesaikan masalah sendiri. 

"Semua pihak harus berkolaborasi, bekerja sama, saling tolong-menolong dan bergotong-royong dalam mengatasi segala kemungkinan ini,"ujarnya. 

Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh elemen bangsa yang setia membangun optimisme dan semangat kebersamaan dalam berbagai gerakan di lapangan dan sosial ekonomi demi meringankan beban masyarakat. 

"Saya sangat bersyukur pandangan ormas-ormas keagamaan senafas dengan menjaga kepatuhan umat dalam melaksanakan Protokol Kesehatan,"ungkap Presiden. 

Presiden mengatakan, pemerintah dalam menghadapi situasi sulit ini selain ikhtiar dan usaha lahiriah, juga wajib melakukan ikhtiar batiniah dengan memanjatkan doa dengan memohon pertolongan Allah SWT, agar beban diringankan, agar rakyat, bangsa dan negara juga dunia segera terbebas dari pandemi COVID-19. 

"Dalam kesempatan ini, atas nama pribadi dan pemerintah serta Negara, saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada semua korban pandemi yang telah mendahului kita. Mari kita doakan semoga semuanya mendapat rahmat dan ampunan dari Tuhan Yang Maha pengasih dan penyayang dan kita doakan juga semua saudara dan saudari yang terpapar COVID-19 segera diberikan kepulihan kembali," imbuh Presiden. 

Presiden mengajak dari rumah masing-masing, mari kita tundukkan kepala mengheningkan cipta, kita panjatkan dan berikhtiar agar ujian Pandemi segera berakhir. 

"Yakinlah dan yakinkan keluarga dan lingkungan terdekat agar beraktivitas di rumah saja. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menjadikan Negara ini aman, maju dan sejahtera,"ungkap Presiden. 

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan doa dari perwakilan Tokoh Agama, Doa Islam dibacakan Habib Quraish Shihab, Doa Kristen Protestan Pdt Lipiyus Biniluk, Doa Katolik Kardinal Ignatius Suharyo Hardjoatmodjo, Doa Hindu Kolonel Inf (Purn) I Nengah Dana , Doa Budha Bhante Sri Pannavaro Mahathera dan Doa Konghucu Suhesti Santoso Wibowo. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar