PCR Terbatas dan Berbelit-belit, Pelaku Perjalanan Kembali Protes ke RSUD Mimika

Bagikan Bagikan
Pelaku perjalanan melakukan aksi protes ke RSUD (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) – Kembali terjadi hari ini, Jumat (9/7/2021), para pelaku perjalanan melakukan aksi protes ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Mimika lantaran kuota pemeriksaan spesimen PCR terbatas dan berbelit-belit.

Mereka juga kecewa atas keputusan yang telah diambil Satgas Covid-19 Kabupaten Mimika yang mengharuskan mengantongi PCR negatif bagi yang ingin keluar Papua tapi keputusan tersebut tidak dibarengi dengan sarana prasarana atau fasilitas yang mendukung.

Salah satu pelaku perjalanan berinisial N mengatakan bahwa dirinya mengetahui PCR milik pemerintah yang dikelola oleh pihak RSUD Mimika itu diutamakan bagi pasien covid-19 dan kuota pemeriksaannya terbatas serta hasilnya harus menunggu selama 3 hari.

Dia mengaku untuk mendapatkan PCR dirinya telah berjuang selama 4 hari namun belum juga ada kepastian.

Menurutnya, pemerintah menetapkan aturan yang mengharuskan semua pelaku perjalanan keluar Papua wajib mengantongi PCR negatif, namun pemerintah juga seharusnya menyediakan fasilitasnya.

"Kita sudah ikuti aturan pemerintah untuk melakukan vaksin, dan kita sudah vaksin, hanya saja untuk mendapatkan PCR kita harus berjuang karena rumah sakit yang melayani PCR terbatas. Akibat dari ini banyak pelaku perjalanan yang akhirnya membatalkan tiket, ganti tanggal dan bahkan ada yang hangus tiket pesawatnya. Pemerintah juga harus cari solusi lain, kan kasihan yang sudah beli tiket mahal-mahal tapi karena tidak dapat PCR dan tiketnya harus hangus,  belum lagi ada yang memang urgensi," ungkapnya.

Ia berharap pemerintah dapat menambah kuota pemeriksaan spesimen PCR atau mencari solusi lain bagi pelaku perjalanan.

"Kalau begini tidak ada solusi bagi kita, banyak yang sudah beli tiket dari beberapa hari yang lalu sedangkan baru ada keputusan, dan keputusan itu tidak didukung dengan fasilitas," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan Salam Papua, Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasulu mengatakan bahwa pelaku perjalanan yang hendak melakukan tes PCR masih dilayani di RSUD Mimika, tapi terbatas karena harus mengutamakan pasien covid-19 dan warga yang kontak erat.

“Kebetulan yang bisa layani PCR umum hanya di RSUD saja. Namun, berhubung saat ini ada peningkatan kasus maka mohon bersabar saja,” katanya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar