Perlu Regulasi dan Komitmen Bersama Percepat Turunkan Stunting di Mimika

Bagikan Bagikan
Tanda Tangan Dinas Kesehatan Mimika bersama OPD Teknis dan Stakeholder sebagai tanda komitmen bersama turunkan stuntung di Mimika (Foto:SAPA/Jefri)

SAPA (TIMIKA) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Reynold Ubra mengungkapkan target penanganan stunting di Kabupaten Mimika hingga tahun 2024 harus di bawah 14 persen.

Untuk merealisasi target tersebut perlu adanya komitmen bersama antara semua stakeholder, baik itu OPD teknis, juga Distrik, Kelurahan serta Kampung.

Komitmen bersama tersebut ditandai dengan tanda-tangan bersama antar Dinas Kesehatan, OPD teknis, Distrik, Kelurahan dan Kampung, yang digelar di Hotel Grand Mozza Timika, Jumat (16/7/2021).

Rey mengatakan, Bupati Mimika Eltinus Omaleng selaku ketua tim percepatan penanganan stunting telah Mengambil kebijakan untuk mendorong OPD teknis dan sektor lain yang ada di Timika untuk ikut terlibat dalam penanganan stunting.

Menurut dia, agar komitmen bersama tersebut betul-betul terlaksana dengan baik melalui program- program, perlu ada regulasi atau peraturan daerah (Perda) yang menganturnya, sebab stunting menjadi masalah secara nasional maupun secara lokal di Kabupaten Mimika.

"Kita sudah mendapatkan dukungan dari Legislatif untuk mempercepat pengesahan regulasi, sehingga kita bisa dorong OPD teknis, Distrik, Kelurahan dan kampung untuk bersama-sama mempercepat penanganan stunting melalui program dan sumber daya yang dimiliki," katanya.

Dinas kesehatan, lanjut dia, perlu melakukan harmonisasi sehingga ada pemahaman yang sama, karena dengan pemahaman yang sama akan menghasilkan komitmen yang sama untuk bersinergi menurunkan angka stunting.

"Konkretnya, agar stunting ini bisa ditekan, perlu perbanyak sosialisasi kepada Remaja putri terkait bagaimana menjaga kesehatan, dan harus diberikan sosialisasi pentingnya mengonsumsi tablet penambah darah, serta bagi ibu hamil harus rutin melakukan pemeriksaan minimal 4 kali ke Fasilitas kesehatan sehingga dapat dikontrol oleh petugas kesehatan. Selanjutnya bayi harus mengikuti imunisasi dasar lengkap agar pertumbuhan anak baik dan normal," ungkapnya. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar