Sampai Sekarang Masyarakat Papua Tidak Percaya dan Menganggap Corona Itu Tidak Ada

Bagikan Bagikan
(Foto:Ilustrasi)

SAPA (TIMIKA) - Keberadaan Virus Corona Disease 19 atau Covid-19 masih menjadi teka-teki bagi masyarakat Papua.

Hal tersebut dibuktikan Kepala Puskesmas Mimika Timur (Miktim) Kabupaten Mimika, Ona Bunga.

Ona membenarkan sampai saat ini sebagian besar masyarakat Papua khususnya masyarakat yang berada di wilayah Distrik Mimika Timur tidak percaya dan menganggap Covid-19 itu tidak ada.

Ona bahkan mengatakan, tim promosi kesehatan (Promkes) Puskesmas Miktim yang sering melakukan pelayanan kesehatan ke masyarakat, kadang dihadang dan diteriaki masyarakat.

"Tim Promkes biasa turun melakukan pelayanan kesehatan menggunakan mobil ambulance karena tidak ada kendaraan lain yang bisa kami gunakan. Sesampai di sana masyarakat sering teriaki ambulance Corona padahal kita melakukan pelayanan kesehatan lain seperti TB karena memang TB di wilayah Miktim cukup tinggi dan pelayanan kesehatan lainnya, sambil kita sosialisasi kepada masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan dengan tetap menggunakan masker," ungkap Ona kepada Salam Papua melalui sambungan Telepon, Senin (12/7/2021).

Bahkan sambung Ona, ketika petugas membagikan masker, bukannya masyarakat memakainya melainkan masyarakat memasukkan masker di dalam kantong celana.

"Masyarakat  memang tidak pernah patuh akan protokol Kesehatan. Kita tegur saja mereka malas tahu," katanya.

Hal senada juga pernah diungkapkan tokoh perempuan Papua, Agustina Yatanea. Menurut dia, masyarakat di wilayah Miktim khususnya masyarakat di area pelabuhan Poumako tidak pernah patuh akan protokol kesehatan.

Kepolisian biasa sosialisasi tapi masyarakat kepala batu dan mereka tidak pusing dengan sosialisasi, sehingga harus ada penegasan. Untuk itu kami minta tim Satgas Covid-19 agar memberikan sosialisasi sekaligus menegakan protokol kesehatan kepada masyarakat di wilayah pelabuhan Poumako.

“Kami minta tim Satgas Covid-19 tegakkan aturan bagi masyarakat di wilayah pelabuhan Poumako khususnya di Pasar Poumako. Di sana terjadi kerumunan dan tidak ada protokol kesehatan," kata Agustina, pada Jumat (9/7/2021) lalu.

Sementara itu Ketua tim tracing kontak covid-19 Kabupaten Mimika, Obet Tekege juga menyebutkan bahwa masyarakat Asli Papua tidak percaya akan adanya virus corona. Mereka menganggap, virus itu dibawa dari luar, jadi mereka tidak percaya.

"Waktu kami melakukan tracing, kami dicaci maki habis-habisan bahkan kami dilempari batu, sampai-sampai mereka bilang saya itu Tuhan Yesus, karena dapat menentukan seseorang terpapar covid," cerita Obet. (Jefri Manehat)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar