SALAM PAPUA (TIMIKA) – PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama
Grasberg Academy memfasilitasi ratusan anak muda di Timika untuk mengikuti
program Artificial Intelligence (AI) Ignition Road to Timika yang digelar di
Ballroom Hotel Horison Diana, Kamis (30/4/2026).
Program ini menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan
kapasitas sumber daya manusia (SDM) di era transformasi digital, khususnya di
wilayah Papua.
Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan (KEPP) Otonomi
Khusus Papua, Velix Fernando Wanggai, menegaskan bahwa kecerdasan buatan (AI)
bukan sekadar tren, melainkan kekuatan besar yang akan mengubah tatanan global.
“AI bukan tren sementara, tetapi gelombang besar perubahan
dunia. Negara dan masyarakat yang mampu beradaptasi akan menjadi lebih maju,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, AI memiliki relevansi besar dengan
pembangunan di Papua, karena dapat menjadi katalis dalam menjawab berbagai
tantangan, sekaligus membuka peluang pembangunan yang inklusif dan
berkelanjutan.
Menurutnya, teknologi AI dapat dimanfaatkan di berbagai
sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga tata kelola
pemerintahan.
“AI ini alat bantu, bukan pengganti manusia. Anak-anak Papua
harus menjadi pengguna sekaligus pencipta teknologi,” tegasnya.
Velix juga menekankan pentingnya keberlanjutan program pasca
pelatihan. Ia berharap peserta tidak hanya berhenti pada tahap belajar, tetapi
mampu mengembangkan dan membagikan pengetahuan yang diperoleh.
“Kita harus pikirkan kelanjutannya setelah pelatihan ini.
Selain itu, semua peserta hari ini adalah duta AI yang harus membagikan
pengalaman dan pengetahuan kepada lingkungan sekitar,” tambahnya.
Sementara itu, mewakili Bupati Mimika, Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Drs. Ananias Faot, menyebut
kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di
daerah.
Ia menilai pelatihan AI sangat relevan karena tidak hanya
memberikan pemahaman teori, tetapi juga keterampilan praktis yang dapat
langsung diterapkan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta mampu
mengembangkan inovasi, meningkatkan produktivitas, serta membuka peluang baru
di berbagai sektor pembangunan,” ujarnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat melahirkan generasi muda
Mimika yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator yang
mampu menghadirkan solusi berbasis digital.
Vice President Community Relations PTFI, Engel Enoch,
menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan SDM, khususnya di
bidang teknologi.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian penting dalam
membekali generasi muda dengan keterampilan masa depan.
“Pengembangan SDM sangat penting. Dengan keterampilan yang
baik, akan meningkatkan kepercayaan diri dan membuka peluang yang lebih luas,”
katanya.
Ia mengungkapkan, peserta pelatihan berasal dari berbagai
latar belakang, mulai dari pelajar SMA/SMK, pekerja, hingga masyarakat umum
dengan rentang usia yang cukup beragam.
“Ini menunjukkan bahwa minat terhadap AI sangat tinggi di
Timika,” ujarnya.
Meski demikian, Engel menekankan bahwa penguasaan teknologi
harus diimbangi dengan etika dalam penggunaannya.
“Penggunaan AI harus disertai tanggung jawab, sehingga tidak
disalahgunakan dan benar-benar memberikan manfaat,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika program ini dinilai berhasil dan
memberikan dampak positif, maka tidak menutup kemungkinan pelatihan serupa akan
kembali dilaksanakan di masa mendatang.
“Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi langkah bersama untuk
membangun masa depan Papua yang lebih baik,” pungkasnya.
Penulis: Evita
Editor: Sianturi

