Sambut HUT Bhayangkara Ke-80, Polda Papua Tengah Buka Pendaftaran Lomba Balap Perahu Tempel Berhadiah Rp110 Juta
Flyer pendaftaran Lomba Balap Perahu Motor Tempel maksimal 15 PK dengan total hadiah sebesar Rp110 juta oleh Polda Papua Tengah akan digelar pada 17–18 Juli 2026 di Pantai MAF (Salampapua.com/Panitia HUT Bhayangkara ke-80)
SALAM PAPUA (NABIRE) – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Papua Tengah melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) membuka pendaftaran Lomba Balap Perahu Motor Tempel maksimal 15 PK dengan total hadiah sebesar Rp110 juta.
Perlombaan akan digelar pada 17–18 Juli 2026 di Pantai MAF, Kabupaten Nabire, mulai pukul 08.00 WIT.
Direktur Polairud Polda Papua Tengah yang juga Ketua Panitia Lomba Balap Perahu Tempel HUT Bhayangkara ke-80, Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo, S.I.K., mengatakan pendaftaran peserta telah dibuka sejak 22 Juni dan akan ditutup pada 10 Juli 2026.
Seluruh peserta diwajibkan memenuhi persyaratan administrasi serta mengikuti technical meeting sebagai bagian dari persiapan sebelum perlombaan dimulai.
Menurutnya, penyelenggaraan lomba tidak hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, tetapi juga bertujuan mempererat kemitraan antara Polri dan masyarakat pesisir, sekaligus melestarikan olahraga balap perahu tempel yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Papua Tengah.
"Balap perahu tempel merupakan olahraga yang telah lama digemari masyarakat pesisir, khususnya para nelayan di Kabupaten Nabire dan sekitarnya. Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan kompetisi yang sportif, aman, sekaligus memperkuat kedekatan Polri dengan masyarakat," ujar Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo.
Ia menambahkan, perlombaan tersebut juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya budaya keselamatan di perairan.
"Kami ingin menumbuhkan kesadaran agar setiap aktivitas pelayaran selalu mengutamakan keamanan dan keselamatan, termasuk mematuhi aturan pelayaran serta menggunakan perlengkapan keselamatan sesuai standar," katanya.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet balap perahu tempel yang berprestasi dan berdaya saing, sekaligus memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat pesisir.
Kehadiran peserta, ofisial, dan masyarakat yang menyaksikan perlombaan diperkirakan akan mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), jasa transportasi, serta sektor pariwisata di Kabupaten Nabire.
Mas Anton mengatakan, di bawah kepemimpinan Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini, S.I.K., M.Si., Polda Papua Tengah berkomitmen mendukung penyelenggaraan olahraga masyarakat yang memiliki nilai budaya sekaligus menjadi wadah pembinaan atlet lokal.
"Balap perahu tempel yang kembali diselenggarakan tahun ini diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan menjadi kebanggaan masyarakat pesisir Papua Tengah," ujarnya.
Panitia akan mempertandingkan kategori Perahu Motor Tempel maksimal 15 PK. Seluruh peserta diwajibkan mematuhi ketentuan perlombaan, mengikuti technical meeting, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menaati seluruh aturan keselamatan pelayaran selama kompetisi berlangsung.
Melalui kegiatan ini, Polda Papua Tengah berharap semangat "Polri untuk Masyarakat" dapat diwujudkan melalui olahraga yang sehat, aman, dan sportif, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat, melestarikan budaya balap perahu tempel, meningkatkan kesadaran keselamatan di perairan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat pesisir.
Panitia menyediakan total hadiah sebesar Rp110 juta, dengan rincian:
Juara I: Rp50 juta
Juara II: Rp30 juta
Juara III: Rp20 juta
Juara IV: Rp10 juta
Penulis: Elias
Editor: Sianturi