Translate

Tilang online Belum Pernah Disidangkan

Bagikan Bagikan
Kepala Kejaksaan Negeri Timika, Alex Sumarna
SAPA (TIMIKA) – Sidang tilang online di Kabupaten Mimika sampai saat ini belum pernah digelar di pengadilan. Hal tersebut dikarenakan Polisi Lalu Lintas (Polantas) belum menyampaikan jumlah blangko tilang online kepada pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) dan Pengadilan Timika.

Kepala Kejari Timika, Alex Sumarna mengatakan, sidang tilang online belum dapat disidangkan di pengadilan karena sampai saat ini belum ada informasi terkait jumlah blangko tilang online dari Lantas kepada Kejari dan pengadilan.

"Harus ada pemberitahuan terkait jumlah pelanggaran yang terlibat dalam tilang online  sehingga dapat disidangkan. Selama ini  masih kurang koordinasi dengan pihak Polantas  terkait hal tersebut," kata Alex.

Menurut dia, sesuai dengan mekanisme dalam proses tilang online, uang tilang dari para pengendara akan disetor ke bank BRI. Sesuai dengan jumlah yang tertera dalam blanko tilang online.

Namun, jumlah tersebut tidak serta merta masuk ke kas negara. Sebelum disetorkan ke kas negara, harus terlebih dahulu dilakukan sidang di pengadilan. Apabila sudah disidangkan, maka keputusan dalam sidang yang akan menentukan berapa yang akan dimasukkan ke kas negara. Apabila jumlah dari keputusan pengadilan lebih kecil dari yang disetorkan ke bank, maka sisa uang tersebut akan di kembalikan kepada yang bersangkutan.

"Dalam tilang online ada mekanisme yang harus dilalui sebelum uang tersebut disetorkan ke kas negara," ujarnya kepada wartawan di Kantor Kejari Mile 32, Senin (16/4).

Ia mengaku, selama ini tilang online belum pernah disidangkan. Sehingga uang tilang online dari pengendara masih mengendap di bank BRI. Besarnya uang tilang online diperkirakan berkisar 200 juta lebih.

Pelanggaran lalu lintas yang dikenai tilang online harus mengikuti sidang di pengadilan. Sebelum  dilakukan sidang, maka uang tersebut belum jelas statusnya.

"Sebenarnya uang tersebut tidak kemana mana. Siapapun tidak akan bisa mengambil uang tersebut. Hanya saja, sebelum disidangkan, uang tersebut belum bisa masuk ke kas negara. Jadi harus ada keputusan dalam pengadilan terlebih dahulu," ungkapnya. (Tomy)
Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar