pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Kapolres Mimika: Ratusan Pendulang Masuk Wilayah Banti Bukan Difasilitasi Aparat

Bagikan Bagikan
AKBP I Gusti Era Adhinata dan Ipda Eduard Edison (Dok:SAPA)

SAPA (TIMIKA) - Kapolres Mimika, AKBP I Gusti G Era Adhinata menyanggah adanya oknum aparat keamanan yang memfasilitasi ratusan pendulang yang mendulang emas di wilayah Waa Banti.

Menurut Kapolres, ratusan pendulang itu lolos ke wilayah tersebut dengan menempuh jalur tikus.

"Banyak sekali jalur tikus ke atas itu. Bukan hanya dari Timika, tapi dari daerah atas seperti Ilaga juga bisa masuk ke situ. Jadi tidak ada yang memfasilitasi mereka," ungkapnya, Senin (14/12/2020).

Ia pun meminta agar Kapolsek Tembagapura memerintahkan ratusan pendulang tersebut ke Timika tanggal 18 Desember mendatang agar tidak lagi menimbulkan masalah baru di wilayah tersebut.

"Memang sudah ada laporan dari Polsek Tembagapura, tetapi untuk memfasilitasi para pendulang itu sangat susah, karena mereka ada di mana-mana," katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduar Edison. Menurut dia, ratusan warga pendulang itu berjalan kaki dari Timika dan berdasarkan KTP sebagian besar di antara mereka merupakan warga Banti.

Ipda Eduar pun belum mengetahui adanya keterlibatan oknum aparat yang memfasilitasi para warga tersebut. Namun, berdasarkan keterangan dari warga bahwa mereka jalan kaki dari Timika ke mile 68 dan dilanjutkan ke wilayah Waa Banti.

"Tanggal 18 nanti mereka akan dipulangkan semua. Kita tidak dengar adanya oknum aparat yang fasilitasi, tapi mereka mengaku jalan kaki saja dari Timika. Mereka ada di sana sudah sekitar dua minggu," tuturnya.

Warga inipun telah diingatkan agar tidak masuk hingga ke wilayah perkampungan warga, apalagi sampai menempati rumah warga yang sementara kosong, sehingga merekapun hanya sebatas di kali kabur.

Dijelaskan bahwa di antara sekian warga yang menempuh jalur tikus tersebut, telah ada tiga orang yang meninggal dunia selama perjalanan.

Keberadaan para pendulang ini sebelumnya dipertanyakan oleh Tokoh masyarakat tiga kampung, Yanes Natkime saat pertemuan evaluasi terkait pemulangan warga tiga kampung. (Acik)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

3 komentar:

  1. Yangan hoax sekarang bulan desember, bulan cuci. Apakah hal benar ka...sedangkan masyarakat sipil OAP yang punya tempat datang cari makan pasti curiga bawah (OPM TPM) Pada hal masyarakat sipil yang menafkai negeri mereka, yang dulang lokasi konflik itu bukan orang asli papua, sedangkan 180 orang itu katanya rata rata semua orang pendatang, apa itu tempat mereka keturunan nenek moyang mereka K ?. TNI dan POLRI mempasilitasi mereka itu jelas. Yang bocor basa basi

    BalasHapus
  2. Yangan hoax sekarang bulan desember, bulan cuci. Apakah hal benar ka...sedangkan masyarakat sipil OAP yang punya tempat datang cari makan pasti curiga bawah (OPM TPM) Pada hal masyarakat sipil yang menafkai negeri mereka, yang dulang lokasi konflik itu bukan orang asli papua, sedangkan 180 orang itu katanya rata rata semua orang pendatang, apa itu tempat mereka keturunan nenek moyang mereka K ?. TNI dan POLRI mempasilitasi mereka itu jelas. Yang bocor basa basi

    BalasHapus
  3. Yangan hoax sekarang bulan desember, bulan cuci. Apakah hal benar ka...sedangkan masyarakat sipil OAP yang punya tempat datang cari makan pasti curiga bawah (OPM TPM) Pada hal masyarakat sipil yang menafkai negeri mereka, yang dulang lokasi konflik itu bukan orang asli papua, sedangkan 180 orang itu katanya rata rata semua orang pendatang, apa itu tempat mereka keturunan nenek moyang mereka K ?. TNI dan POLRI mempasilitasi mereka itu jelas. Yang bocor basa basi

    BalasHapus