pon xx papua
info grafis pesparawi xiii se tanah papua

Warga Minta Pemkab Jayawijaya Tangkal Kabar Buruk Soal Vaksin

Bagikan Bagikan

Wakil Bupati Jawawijaya Marthin Yogobi (kanan) didampingi kepala dinas kesehatan Jayawijaya dan sejumlah petugas medis saat hendak menerima vaksin COVID-19. (Foto-Antara)

SAPA (WAMENA)
- Kalangan warga di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua minta pemerintah kabupaten Jayawijaya untuk menangkal informasi kabar buruk (hoaks) yang disebar sejumlah oknum di media sosial soal vaksin COVID-19 membahayakan masyarakat asli.

Warga Jayawijaya Engelber Sorabut di Wamena, Minggu, mengatakan kabar-kabar buruk tentang vaksin membuat sebagian warga belum yakin untuk menerima suntikan vaksin COVID-19 sehingga perlu lebih gencar disosialisasikan terkait dampak baik program vaksinasi pemerintah

"Sebagian kecil warga yang mungkin siap divaksin. Itu yang mungkin Pemerintah Jayawijaya  sosialisasi supaya masyarakat tidak panik dalam informasi yang menyesatkan itu," katanya.

Engelber Sorabut yang keseharian menjabat Kadisbudpar Jayawijaya  mengatakan informasi-informasi yang tersebar di media sosial tentang vaksin membuat sebagian warga panik.

"Informasi yang beredar di media sosial juga mempengaruhi pengambilan keputusan atau kesediaan untuk divaksin. Itu kontroversial bahwa lain bilang berbahaya dan segala macam," katanya.

Karena beberapa pejabat pemda sudah divaksin, ia menyarankan pemerintah untuk melanjutkan kepada beberapa warga yang sudah siap divaksin.

"Saya harap juga setiap warga yang bersedia mental dan lain-lain itu dengan sukarela untuk menerima vaksin sehingga membatasi penyebaran COVID-19 atau bisa ditanggulangi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Jayawijaya dokter Willy Mambieuw mengatakan pihaknya berencana mulai gencar untuk melakukan sosialisasi vaksin hingga ke distrik-distrik pada Maret 2021.

"Awal bulan depan mungkin kita mulai sosialisasi ke distrik-distrik dengan melibatkan kepala distrik dan kepala kampung," katanya.

Vaksinasi kepada masyarakat belum dilakukan sebab masih ada beberapa tenaga medis yang belum divaksin sebab setelah dilakukan pengecekan kesehatan, mereka belum bisa dinyatakan siap.

Ia mengharapkan masyarakat tidak takut divaksin sebab ada tahapan yang dilakukan oleh tenaga medis sebelum memberikan vaksin, misalnya pemeriksaan kesehatan terhadap calon penerima apakah layak divaksin atau tidak.

"Masyarakat juga harus lihat bahwa kalau memang vaksin ini untuk membunuh masyarakat, mengapa pejabat publik di Jayawijaya sudah menerima vaksinasi lebih dahulu. Pejabat pemda serta tokoh-tokoh agama yang kita sudah vaksin itu sampai sekarang mereka dalam keadaan sehat," katanya. (Antara)

Bagikan ke Google Plus Bagikan ke WhatsApp

0 komentar:

Posting Komentar